Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasatreskrim AKP Teguh Prasetyo membenarkan kasus tersebut. Saat ini pihaknya juga sudah menerima laporan awal dugaan pencabulan tersebut. Korban diketahui sebagai seorang pelajar.

”Laporannya baru masuk kami pelajari sama klarifikasi pihak-pihak dulu,” kata Teguh Prasetyo, seperti dikutip Solopos.com, Jumat (27/1/2023).

Menurut Teguh, terduga pelaku saat ini belum diklarifikasi. Karenanya ia mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan pencabulan tersebut.

Baca: Miris, Gadis Belia di Semarang Dicabuli Ayah dan Kakak Tiri

Terpisah, Camat Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk melakukan pendampingan terhadap korban.

”Sudah. Sudah kota beri pendampingan,” terangnya.

Sementara itu, kasus kekerasan seksual di Kota Jamu berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, tren nya naik turun.Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Sukoharjo pada 2017 sebanyak 48 kasus. Pada 2018 turun jadi 39 kasus. Kemudian 2019 ada 26 kasus. Pada 2020 dan 2021 kasus kekerasan terhadap anak masing-masing 32 kasus dan 38 kasus. Sementara pada 2022 jumlah kasus kekerasan pada anak sebanyak 39.Baca: Tega! Anak di Jepara Dicabuli dan DiperasDi sisi lain, dengan kecenderungan kasus kekerasan terhadap anak yang tak sedikit ini  Sukoharjo pada 2022 kembali mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Sukoharjo mendapat KLA Kategori Pratama pada 2015, 2017, dan 2018. Prestasi ini dilanjutkan dengan meraih penghargaan serupa dengan Kategori Madya pada 2019 dan 2021. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler