Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kapolsek Karangreja AKP Catur Subagyo membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan, peristiwa ibu melahirkan itu terjadi Minggu (29/1/2023) lalu. Selain itu, ibu tersebut merupakan pedagang dan bukan seorang pendaki.
”Perempuan yang melahirkan tersebut merupakan warga desa setempat yang menjadi pedagang di Pos 3 pendakian Gunung Slamet. Bukan pendaki,” katanya seperti dikutip Kompas.com.
AKP Catur menjelaskan, proses evakuasi sang ibu beserta bayi yang baru lahir itu butuh waktu berjam-jam oleh tim SAR. Ini lantaran medan berat yang harus dilalui.
”Sulitnya medan yang harus ditempuh membuat tim SAR harus menandu seorang perempuan yang baru melahirkan dengan sangat hati-hati. Kondisi tubuhnya yang lemas saat melahirkan membuat Sartini tak bisa banyak bergerak,” ungkapnya.
Dengan kondisi itu, proses evakuasi memakan waktu selama tiga jam. Setelah perjuangan yang lama dan melelahkan, Sartini dan bayinya bisa tiba di kawasan perkampungan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



