Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Program tersebut ia luncurkan saat memimpin rapat koordinasi percepatan pengentasan kemiskinan untuk wilayah Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banyumas, Kamis (2/2/2023) kemarin.

Rapat koordinasi itu dihadiri Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2K) Provinsi Jateng dan Kabupaten, camat, kepala desa (kades), hingga kader Posyandu.

”Mudah-mudahan kancing merah ini bagian dari sistem yang akhirnya akan bisa memantau lebih detail,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (3/2/2023).

Ganjar menjelaskan program ini melibatkan seluruh bidan desa, kader PKK, serta instansi terkait. Mereka nantinya akan mengumpulkan database bayi dan balita yang berpotensi mengalami stunting.

Ganjar akan mulai mengintervensi penanganan stunting setelah mendapatkan database tersebut. Intervensi itu antara lain melalui pemberian makanan tambahan (PMT) dan penimbangan bobot bayi atau balita ulang yang telah diberi asupan gizi itu.

”Artinya dengan cara itu, nanti semua bisa mengetahui detail dan itu spasial per desa. Mudah-mudahan itu akan bisa mempercepat,” imbuhnya.
”Artinya dengan cara itu, nanti semua bisa mengetahui detail dan itu spasial per desa. Mudah-mudahan itu akan bisa mempercepat,” imbuhnya.Ganjar menyebut saat ini ada sekitar 20.794 orang individu berpotensi stunting di Kabupaten Cilacap. Sementara di Kabupaten Purbalingga ada 20.323 orang, dan Kabupaten Banyumas sebanyak 24.055 orang.Ganjar berharap melalui program ini stunting yang dinilai sebagai salah satu indikator kemiskinan bisa dicegah. Ia juga meminta data terkait stunting sudah bisa terkumpul minggu ini, sehingga Pemprov Jateng dapat melakukan percepatan penurunan kemiskinan mulai minggu depan.”Minggu depannya lagi kita sudah mendapatkan laporan-laporan progresnya. Nanti pasti akan muncul beberapa persoalan dari mana resources yang diperlukan untuk bisa melakukan percepatan,” tuturnya. Reporter: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler