Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penampakan anak buaya itu pun sempat viral di medsos seusai diunggah akun @infokejadiandemak. Dalam unggahannya, pengguna akun itu juga menuliskan caption, ”diduga anak buaya kliyaran di persawahan Desa Pidodo Karangtengah.”

Unggahan itu pun mendapat banyak respon dari warganet, terutama yang berasal dari wilayah Demak.

”Kok sekarang banyak anak buaya dimana-mana. Beberapa hari lalu di Mranggen, tepatnya di sungai arah Batusari,” komentar akun @Dapur-Viella.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Nugroho, mengatakan anak buaya yang viral di medsos itu telah diamankan. Saat ini, hewan tersebut sudah dalam penanganan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng.

”Iya (ada buaya meresahkan warga). Alhamdulillah sudah tertangkap warga setempat,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (16/2/2023).

Lebih lanjut, buaya itu saat ini diamankan di rumah Kepala Desa Pidodo. Kemudian pada pagi hari tadi, langsung ditempatkan di Balai Desa Pidodo untuk di bawa tim BKSDA Pati ke Semarang.

”Langsung ke Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah lebih lanjut dan penangananya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kades Pidodo, Munif Iswandi, membenarkan bila buaya hasil tangkapan dari warga langsunglangsung diserahkan ke tim BKSDA untuk diamankan.Ia juga mengaku sempat memberikan hadiah uang tunai Rp1 juta kepada warga yang telah berhasil menangkap buaya yang muncul di area persawahan Desa Pidodo, Demak itu.”Ini dibawa oleh tim BKSDA untuk diberikan di Semarang. Terus saya juga langsung memberikan hadiah kepada warga yang berhasil menangkap buaya,” beber Munif.Munif mengungkapkan bahwa buaya liaar kerap dilihat warga di area sungai ataupun persawahan. Kendati demikian, ia tak tahu secara pasti penyebab munculnya buaya di area persawahaan itu.”Banyak warga yang melihat buaya, itu sepertinya yang ditangkap yang kecil. Mungkin terbawa arus banjir beberapa waktu lalu, tapi pastinya saya tidak tahu,” ungkapnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler