Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Warga Dukuh Kaliwingko, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Hendratno mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir teparah kedua dalam 40 tahunan setelah banjir 2007 lalu. Beberapa warga terdampak memilih mengungsi karena sudah kekurangan air bersih.

”Selama satu bulan ini sudah tiga kali banjir. Dulu tahun 1980an setahun tiga sampai empat kali. Tanggul di Joyontakan Solo juga tinggi sehingga luapannya lari ke yang lebih rendah,” kata Hendratno seperti dikutip Solopos.com.

Beberapa warga terdampak banjir di Kecamatan Grogol memilih tinggal di atap rumah. Mereka bertahan dengan alasan sudah tak ada hujan. Banjir juga mengakibatkan kemacetan di beberapa jalan yang digunakan untuk tempat berlindung warga terdampak. Mereka menempati pinggir jalan.

Baca: Update Banjir Solo: Rendam 16 Kelurahan, Korban Banjir Nambah jadi 21.846 Jiwa

Sementara itu Analis Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Muhammad Iqbal Juniarta, mengatakan luapan ketinggian banjir terus meningkat. Kenaikan air terjadi di Desa Tambak dan Desa Plalan, Kecamatan Grogol.  Pihaknya telah menyebar Sukarelawan menggunakan perahu.

”Desa yang terdampak ada di Gadingan, Langenharjo, Kadokan, dan Plalan. Ketinggian air paling parah ada di Desa Plalan sampai seleher orang dewasa. Ada juga desa yang tidak bisa diakses bahkan menggunakan perahu. Sehingga menggunakan bantuan mobil IOF untuk masuk ke sana,” kata Iqbal.

Dia menyebut mobil dan bantuan logistik sudah banyak diturunkan di Kantor Kecamatan Grogol. Beberapa pihak telah menyalurkan di lokasi bencana yang membutuhkan. Saat ini pihaknya masih berupaya melakukan distribusi logistik.Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, ikut memantau banjir yang masih menggenangi Dukuh Menggungan, Desa Telukan, Kecamatan Grogol menggunakan perahu bersama Kaporles dan Dandim. Bupati menyebut warga terdampak masih didata.”Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo juga sudah mendirikan dapur-dapur umum untuk menyuplai kebutuhan warga,” terang Bupati.Dalam kesempatan itu ia juga menyerahkan bantuan  makanan, obat serta kebutuhan lain untuk para pengungsi. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler