Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Agus Cahyono mengatakan, empat bantaran sungai tersebut longsor diduga akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo dalam beberapa hari terakhir.

”Banjir Sungai Bengawan Solo mengakibatkan tanah bantaran sungai longsor atau ambrol tergerus arus sungai yang besar terutama di Sungai Bengawan Solo dan Sungai Mungkung,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (22/2/2023).

Baca: Tanggul Sungai Ambrol, Tiga Rumah di Sragen Rusak

Dia menyebutkan longsor bantaran sungai di Plupuh terjadi Desa Karanganyar, tepatnya di tiga dukuh. Yakni Dukuh Karang, Dukun Dungus, dan Dukuh Jarak. Di dukuh Karang longsor sepanjang 113 meter mengakibatkan jalan ambles dan tidak bisa dilewati sehingga mengancam enam rumah warga

”Sedangkan di Dukuh Dungus RT 015, bantaran longsor sepanjang 35 meter mengancam tiga rumah warga dan di Dukuh Jarak RT 016, bantaran longsor mengancam empat rumah,” terangnya.

Kemudian di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, bantaran longsor sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 12 meter di belakang rumah Bani, 60, warga Jati RT 002, Pilang.

”Pemilik rumah waswas bila terjadi hujan deras akan ada longsor susulan,” jelas Agus.

Selanjutnya di Kecamatan Tangen, bantaran Bengawan Solo longsor sepanjang 20 meter dan lebar 15 meter mengakibatkan tanah merekah dan mengancam dua rumah.

Baca: Tertutup Longsor, Jalan Jatiroto-Tirtomoyo Wonogiri Ditutup Sementara”Lalu di Sragen Kota, longsor bantaran sungai Mungkung terjadi di Dukuh Gabusan, Desa Tangkil, Sragen Kota, yang mengancam empat rumah,” ungkapnya.Akibatnya, dua dapur warga di antaranya terancam roboh karena sudah miring dan dua keluarga lainnya tak berani menempati rumah karena tanahnya gerak sepanjang 70 meter.Dia mengatakan longsor Sungai Mungkung itu bermula saat debit air Sungai Mungkung besar saat hendak masuk ke Sungai Bengawan Solo terhambat dan akibatnya mengikis tanggul sungai yang pernah dibuat dengan bahan ban bekas.”Kami berharap warga lebih waspada dalam kesiapsiagaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Kami mengimbau kepada warga waspada dan untuk pemerintah desa agar membuat laporan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan tembusan Pemkab Sragen supaya ada penanganan,” jelasnya.Agus mengatakan warga diharapkan membuat talang air supaya air tidak langsung jatuh ke tanah tetapi dialirkan melalui pipa. Dia mengungkapkan untuk saat ini aktivitas warga terganggu dengan longsoran Bengawan Solo dan Sungai Mungkung. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler