Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Besarnya anggara tersebut lantaran hampir di semua wilayah di karanganyar terdapat kerusakan mulai dari sekala sedang hingga berat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar Asihno Purwadi, menyampaikan besaran anggaran perbaikan jalan itu diperoleh dari hasil inventarisasi yang telah dilakukan instansinya.

Hasil inventarisasi kerusakan jalan tersebut sedang dikomunikasikan ke Pemprov Jateng. Tujuannya, sinkronisasi dengan kabupaten/kota lainnya yang bersinggungan dengan Kabupaten Karanganyar.

”Kami fokus perbaikan di jalan-jalan kabupaten. Untuk jalan provinsi, pusat, dan yang bersinggungan dengan daerah lain kami koordinasikan dengan provinsi,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (22/2/2023).

Baca: Kesal Jalan Rusak, Akses Perum Griya Kirana Mas 3 Pati Diportal Warga

Ia menegaskan, koordinasi diperlukan agar penanganan  jalan rusak menjadi lebih efisien. Apalagi penanganan jalan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pemkab Karanganyar, terutama jalan yang bersinggungan dengan kota atau kabupaten lain.

”Selain anggaran daerah, kami juga telah mengupayakan bantuan anggaran dari provinsi hingga pemerintah pusat. Tentunya melalui pos bantuan keuangan provinsi, pusat atau Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pos anggaran lainnya,” terangnya.

Diakuinya, dana yang tersedia untuk mempertahankan jalan tidak sampai separuh dari kebutuhan Rp 90 miliar. Itupun sudah dibagi ke 17 UPT DPUPR yang mengampu di setiap kecamatan.
Masing-masing UPT DPUPR telah memaparkan kondisi riil tiap spot. Kondisinya saat ini memang banyak jalan rusak dari aspal mengelupas sampai berlubang.Asihno juga mengakui banyak menerima laporan dan keluhan warga terkait jalan rusak banyak masuk ke instansinya. Terutama memasuki musim hujan ini, di mana kerusakan jalan semakin parah.Baca: Warga Klaten Keluhan Jalan Rusak Akibat Proyek Tol, Ini Kata PT JMM”Terus terang kami dibuat dilematis untuk penanganan jalan rusak di saat musim hujan seperti ini. Mau dikerjakan tapi curah hujan tinggi. Padahal aspal tak bisa melekat saat hujan. Sehingga dinilai akan sia-sia jika tetap dikerjakan,” tambahnya.Pihaknya pun meminta masyarakat untuk bersabar terkait jalan rusak ini. Pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan begitu musim hujan reda. Hanya saja, karena keterbatasan anggaran akan ada skala prioritas. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler