Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jumlah warga yang diamuk tawon gung dalam waktu berlainan ini sebenarnya ada tiga orang. Namun, satu orang berhasil selamat dan satu lagi sempat dirawat di rumah sakit. Satu orang lagi meninggal dunia pada Kamis (2/3/2023) dini hari.

Kepala Desa Bendo Samsidi mengungkapkan, tiga orang itu tersengat tawon gung pada waktu yang berbeda. Orang pertama yang diserang selamat dan korban kedua sempat dibawa ke rumah sakit, dan yang ketiga ini meninggal dunia.

Baca juga: Fondasi Tergerus Air Hujan, Jembatan di Desa Lanjaran Boyolali Ambrol

”Sayangnya yang pertama dan kedua tidak lapor ke pemerintah desa. Jadi baru tahu yang ketiga ini,” ujarnya, dilansir dari Solopos.com.

Setelah mendapatkan laporan ada warga yang jadi korban keganasan tawong gung, pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali agar segera ditindaklanjuti.

Samsidi mengungkapkan, satu orang yang meninggal bernama Sukimin alias Lanjar (53), warga yang tinggal di Dukuh Sendang RT 001/RW 001. Pada Rabu (1/3/2023), Sukimin sedang mencari dedaunan dan rumput untuk pakan ternak di sawahnya hingga akhirnya disengat tawon gung sekitar pukul 12.00 WIB.

”Dia disengat, terus lari dan jatuh. Kemudian ada warga yang menolong, dibawa ke rumah warga. Dibaringkan, dikasih minum tapi katanya panas begitu badannya. Lalu dibawa ke Puskesmas Nogosari,” jelasnya.
Warga yang jadi korban keganasan tawon gung itu akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Nogosari sekitar Kamis dini hari pukul 01.00 WIB. Sukimin dikebumikan pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB.Warga Desa Bendo umumnya menyebut tawon tersebut dengan tawon gung. Jika tawon atau lebah pada umumnya bersarang di atas, namun tawon gung bersarang di tanah.Samsidi menyebut lokasi tawong gung yang menyengat tiga warganya juga berada di daerah yang sama seperti Sukimin. ”Daerah tersebut sekarang ditandai. Warga juga tidak ada yang berani mendekat,” ujarnya.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler