Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Iwan, saksi mata di lokasi mengatakan sebelum ambruk, Dukuh Thekelan, Desa Batur diguyur hujan lebat selama dua hari sejak Selasa (1/2/2023) dan Rabu (2/3/2023). Hanya saja, saat kejadian, hujan sudah reda dan cuaca berawan.

”Tiba-tiba sekitar pukul 09.00 WIB talut setinggi delapan meter dengan panjang 20 meter ambruk dan menimpa dua rumah milik yang hendak menggelar hajatan manten. Renvananya besok (4/3/2023) acara ngantennya digelar,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Baca: Hendak Gelar Hajatan, 2 Rumah di Batur Semarang Ambruk Ketiban Talut

Dikatakan saat kejadian pemilik rumah dan keluarga sedang mengantarkan anaknya laki-lakinya yang sedang akad nikah di wilayah Susukan, Kabupaten Semarang. Hanya saja, tenda sudah dipasang dan sudah banyak orang yang rewang untuk persiapan pesta.

”Keluarga sudah pada kumpul. Belanjaan sudah dibeli dan juga sudah mulai rewang,” ungkapnya.

Akibatnya delapan orang luka-luka tertimpa longsoran material. Dari delapan orang tersebut enam di antaranya hanya luka-luka dan rawat jalan. Namun, dua lainnya harus dirawat di rumah sakit.
”Korban luka atas nama Paikuk, Suminem, Kasinem, Suyam, Suminem, dan Ngatimah. Sedangkan dua lainnya dilarikan di RSUD Salatiga bernama Siem dan Ginem,” terang dia.Baca: Hujan Tinggi Bikin Jalan di Temboro Wonogiri Ambles dan Longsor, Akses TerputusSelain korban luka, kejadian tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang ditaksir senilai Rp 190 juta. Di lokasi kejadian, warga bersama BPBD Kabupaten Semarang langsung bergotong-royong membersihkan longsoran rumah milik Warno. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler