Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Hariadi menyebutkan, jumlah tersebut merupakan jumlah akumulasi dari 35 daerah di Jawa Tengah di tahun 2022. Saat ini kasus kecelakaan air ini menjadi perhatian serius Polda Jateng.

”Total korban meninggal ada 131 orang, 54 di antaranya merupakan korban berasal dari laka air tenggelam, hanyut, dan jatuh di laut atau perairan,” katanya.

Baca: Tiga Korban Perahu Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Mengapung Tak Bernyawa

Guna menekan jumlah tersebut, Ditpolairud Polda Jateng menyerahkan bantuan berupa satu perahu karet dan 70 life jacket kepada Polres Boyolali di Waduk Kedung Ombo (WKO) Boyolali.

Penyerahan bantuan tersebut guna menekan risiko kecelakaan air dalam acara Ikut Andil Keselamatan Berlayar (Ikan Selayar).

Selain di Waduk Kedung Ombo, Ikan Selayar juga dilaksanakan secara serentak di 35 Polres di jajaran Polda Jateng. Dalam kegiatan tersebut diserahkan 1.500 life jacket, 70 di antaranya diserahkan ke Polres Boyolali.

”Program Ikan Selayar merupakan salah satu program kegiatan Polda Jateng. Program ini terbentuk dari rasa keprihatinan atas terjadinya musibah laka laut atau air di wilayah jajaran Polda Jateng,” ungkapnya.
”Program Ikan Selayar merupakan salah satu program kegiatan Polda Jateng. Program ini terbentuk dari rasa keprihatinan atas terjadinya musibah laka laut atau air di wilayah jajaran Polda Jateng,” ungkapnya.Baca: Cari Bocah Tenggelam di Grobogan, Tim SAR Kerahkan Lima PerahuKombes Pol Hariadi menyoroti satu kejadian laka air menonjol terjadi pada 2021, yaitu saat Lebaran. Waktu itu terjadi kecelakaan air perahu wisata di kawasan WKO Boyolali yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia.Ia mengungkapkan kecelakaan air di WKO tersebut terjadi karena kurangnya kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengutamakan keselamatan di atas air seperti menaikkan penumpang melebihi kemampuan perahu wisata.”Para penumpang tidak menggunakan life jacket atau pelampung, pengemudi perahu masih di bawah umur dan tidak berkompetensi di bidangnya. Sehingga hal ini mengakibatkan perahu tenggelam dan sembilan orang meninggal,” kata dia. Penulis: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler