Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Organda DIY Hantoro meminta harus ada rencana yang matang dan melibatkan banyak pihak sebelum aturan itu diterapkan. Dengan begitu kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan persoalan baru yang merugikan bagi Kota Yogykarta sendiri.

”Ya kalau prinsipnya dari kami pihak operator diberhentikan di terminal ndak masalah wong solarnya tidak berkurang banyak. Tapi keputusan itu harus dipikir dan dipertimbangan dengan matang. Tidak terkecuali untuk dengan melibatkan berbagai pihak dalam pembuatan aturan itu,” katanya seperti dikutip Suara.com, Rabu (16/3/2023).

Baca: Pemkot Wacanakan Pelarangan Bus Pariwisata Masuk Kota Yogyakarta, Alasannya Macet

Jangan sampai, kata Hantoro, kebijakan yang diterapkan itu nanti tidak menyelesaikan masalah. Namun justru menimbulkan persoalan baru yang merugikan bagi Yogya sendiri.

Ini mengingat di Yogya sendiri ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Di sisi lain wisatawan juga tentunya akan memilih transportasi yang efisien, efektif dan tentunya terjangkau.

”Jadi boleh-boleh saja kebijakan, tapi harus diperhitungkan sebagai tuan rumah harus bertanggung jawab bagaimana, ke depan untuk mengatasi jumlah tamu yang masuk ke Kota Yogya. Jangan sampai nanti ke Yogya malah lebih mahal daripada ke Singapura,” terangnya.Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mewacanakan pelarangan bus pariwisata untuk masuk ke dalam wilayah kota ketika musim liburan. Langkah itu dilkaukan untuk memecah kemacetan yang sering terjadi Kota Yogyakarta.Baca: Mau Besanan, Bus Rombongan Warga Gunungkidul Terguling di WonogiriPejabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Sumadi mengatakan, wacana tersebut akan diujicobakan terlebih dahulu. Sesuai rencana, uji coba tersebut akan dilakukan tahun 2023 ini.”Jadi wacana ini muncul karena jalur di Kota Yogyakarta sendiri sudah sering macet. Wacana ini sekaligus untuk memecah kemacetan khususnya saat musim liburan,” katanya.Sebagai gantinya, lanjutnya, pemerintah menyiapkan lahan parkir di sekitar Terminal Giwangan. Nantinya lahan parkir itu yang bisa dimanfaatkan oleh bus-bus pariwisata untuk menurunkan penumpangnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler