Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Warung makan tersebut diketahui milik Dian. Kepada awak media, Dian mengaku, utang tersebut berasal dari tiga mandor dan diperuntukkan untuk pekerja proyek.

”Makan tersebut untuk para pekerja proyek,” katanya seperti dikutip Detik.com, Jumat (17/3/2023).

Awalnya, lanjutnya, Dian tak menaruh curiga aka nada tunggakan. Pasalnya, ketiga mandor tersebut bersedia membuat perjanjian hitam di atas putih dengan kesepakatan pembayaran tiap dua pekan.

Baca: Mandor Masjid Sheikh Zayed Utang Rp 150 Juta Lebih, Gibran: Rampungke…

”Ketiga mandor tersebut berinisial N, G, dan G. Berdasarkan perjanjian yang ada N dan G berasal dari Demak, sedangkan G yang satunya dari Purwodadi,” terangnya.

Ia pun menyebutkan, untuk mandor N utangnya sekitar Rp 65 juta. Sedangkan mandor G mencapai Rp 55 juta dan G satunya mencapai Rp 35 juta-an.

”Kalau ditotal ya Rp 150 jutaan. Utang itu sudah terjadi sejak awal pembangunan,” ungkapnya.Dengan kata lain, utang tersebut sudah sekitar 2 tahun jika dihitung dari pembangunan mulai tahun 2021.Ia pun mengaku tidak membawa urusan tersebut ke jalur hukum lantaran ada perjanjian hitam di atas putih.”Kemarin sempat door to door mengunjungi mandor karena ada hitam di atas putih. Jadi saya datangi rumah minta gimana kepastian karena kabur. Hasilnya mereka mengajak kekeluargaan,” kata Dian.Baca: Presiden Jokowi dan MBZ Resmikan Masjid Raya Syeikh Zayed SoloSebagai informasi, Masjid Raya Sheikh Zayed mulai dibangun sejak Maret 2021 dengan anggaran ditanggung oleh Uni Emirat Arab (UEA) sebesar Rp 300 miliar.Masjid Raya Sheikh Zayed diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Pangeran UEA Mohammed Bin Zayed Al-Nahyan pada 14 November 2023. Namun baru dibuka untuk umum pada 28 Februari 2023 oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler