”Potensi cuaca ekstrem tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno dalam siaran persnya, Sabtu (18/3/2023).
Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut dilihat dari adanya interaksi angin dan topografi lokal di wilayah Jawa Tengah serta udara yang cukup labil. Dari situ, disimpulkan aka nada potensi hujan sedang-lebat lokal yang dapat disertai dengan petir/kilat dan angin kencang.
Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Jateng 6 Jam ke Depan, Ada Kudus dan Jepara”Sejumlah wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada tanggal 19 Maret 2023 di antaranya Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kab./Kota Magelang, Wonogiri, Kebumen, Purworejo, Karanganyar, dan Sukoharjo,” ungkapnya.
Sedangkan di tanggal 20 Maret 2023, beberapa daerah yang berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kabbupaten Magelang, Kota Magelang, Wonogiri, Kebumen, Purworejo, Karanganyar, Sukoharjo, Surakarta, Klaten, Boyolali, dan Sragen.”Sementara di tanggal 21 Maret 2023 ada Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten Brebes, Pemalang, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kebumen, hingga Karanganyar,” sebutnya.
Baca: Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Sore Mulai Turun HujanUntuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan. Khususnya bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, hujan es, dan angin kencang (puting beliung) terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.”Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dengan wilayah yang lebih terperinci, dapat mengakses situs resmi BMKG atau akun media sosial di @cuacajateng,” imbuhnya.
Murianews, Semarang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan mulai 19 – 21 Maret 2023. Peringatan tersebut berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG.
”Potensi cuaca ekstrem tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno dalam siaran persnya, Sabtu (18/3/2023).
Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut dilihat dari adanya interaksi angin dan topografi lokal di wilayah Jawa Tengah serta udara yang cukup labil. Dari situ, disimpulkan aka nada potensi hujan sedang-lebat lokal yang dapat disertai dengan petir/kilat dan angin kencang.
Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Jateng 6 Jam ke Depan, Ada Kudus dan Jepara
”Sejumlah wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada tanggal 19 Maret 2023 di antaranya Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kab./Kota Magelang, Wonogiri, Kebumen, Purworejo, Karanganyar, dan Sukoharjo,” ungkapnya.
Sedangkan di tanggal 20 Maret 2023, beberapa daerah yang berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kabbupaten Magelang, Kota Magelang, Wonogiri, Kebumen, Purworejo, Karanganyar, Sukoharjo, Surakarta, Klaten, Boyolali, dan Sragen.
”Sementara di tanggal 21 Maret 2023 ada Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten Brebes, Pemalang, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kebumen, hingga Karanganyar,” sebutnya.
Baca: Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Sore Mulai Turun Hujan
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan. Khususnya bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, hujan es, dan angin kencang (puting beliung) terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
”Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dengan wilayah yang lebih terperinci, dapat mengakses situs resmi BMKG atau akun media sosial di @cuacajateng,” imbuhnya.