Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tersangka tersebut diketahui sebagai penjual obat petasan atau mercon berinisial I. Dari tangan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 10 kilogram bahan petasan.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi menjelaskan, penetapan tersangka ini hasil dari pengembangan yang dilakukan Ditreskrimum.

Baca: Kapolda: Ada 7,5 Kg Obat Mercon saat Petasan di Kaliangkrik Magelang Meledak

”Setelah dilakukan pengembangan, kita temukan 10 kilogram bahan petasan dari tersangka. Sementara ini kita amankan satu orang tersangka atas nama I,” katanya seperti dikutip Detik.com, Senin (27/3/2023).

Ia menjelaskan, pengembangan ini menjadi warning bagi semua penjual obat mercon supaya segera menghentikan aktivitasnya. Apalagi, pihaknya memastikan akan menyasar semua penjual obat mercon atau petasan tersebut.

”Ini merupakan suatu warning untuk kita semua. Pengembangan ini akan kita teruskan untuk menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lain,” tegasnyaSementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, korban Mufid diakui sempat memesan bahan petasan lebih dari 7 kg.Baca: Petasan di Kaliangkrik Magelang Meledak, 1 Meninggal 3 Dirawat”Beberapa saksi menyampaikan bahwa yang bersangkutan pesan bahan petasan itu hampir 7,5 kilogram yang jadi sumber ledakan,” tegas Luthfi.Menurut Luthfi, garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah dibuka. Kemudian hasil penyelidikan ledakan low explosive.”Hari ini, TKP akan kita buka dan kemarin malam (tadi malam) sengaja dirapatkan jangan sampai ada bahan-bahan sumber ledakan. Karena tim lengkap ada Gegana, Innafis, Labfor, dan ini hasil penyelidikan low explosive karena bahan dari potasium, sulfur, aluminium,” tuturnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler