Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Direktur Utama (Dirut) Jasamarga Semarang-Batang Nasrullah mengatakan aturan itu mulai berlaku saat arus mudik Lebaran. Sementara untuk arus balik Lebaran larangan masuk ke tol mulai 29 April hingga 1 Mei 2023.

”Angkutan barang yang dilarang melintas di tol merupakan kendaraan berat bersumbu tiga atau lebih,” katanya seperti dikutip Solopos.com

Selain melakukan pelarangan truk, pihaknya juga akan menyiagakan tim khusus untuk antisipasi potensi kemacetan di lokasi arus mudik. Dengan begitu, arus mudik diharapkan bisa lancar.

”Sebagai upaya tambahan memperlanjar arus mudik, di sepanjang ruas Tol Semarang-Batang, nantinya akan ada enam gerbang tol yang bakal dioperasikan untuk mengurai kepadatan arus,” ungkapnya.

Selain itu, di ruas Tol Semarang ABC juga ada sembilan gerbang tol, dan bakal ada 87 CCTV yang dipasang di Tol Semarang-Batang yang punya panjang jalan mencapai 75 kilometer.

Baca: Jasa Marga Hentikan Semua Aktivitas Konstruksi Tol Semarang-Batang Mulai 12 April”Untuk Lebaran nanti kita tambah peralatan ada mobile reader ada 15 unit di Tol Semarang ABC dan 19 untuk di Tol Batang-Semarang. Kita juga sediakan top up drive dengan sistem drive thru ditempatkan tiap gerbang tol. Lalu disiapkan 17 gardu saat ada sistem one way,” tambahnya.Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah telah memetakan jalur alternatif yang bisa dilalui bagi pemudik maupun pengendara yang tak bisa lewat atau menghindari jalan tol.Seperti di jalur Pantura yang berbatasan dengan Jawa Barat, terdapat jalur alternatif dari wilayah Bantarsari-Petanggungan-Slawi-Randudongk, Sukorejo-Boja Kendal.Kemudian untuk sisi Pantura timur, dari wilayah Semarang-Purwodadi-Blora-Pati-Perbatasan Jatim. Adapun jalur alternatif bagian Pantura Tengah, pemudik dapat melintasi dari Semarang-Ungaran-Bawen atau melalui jalur penghubung ke timur sampai wilayah Pati, Purwodadi dan Gemolong Sragen.”Walau Pantura timur ada pekerjaan jalan, tetapi pas H-7 akan berhenti total untuk memperlancar mudik,” pungkas Kabid Lalu Lintas Dishub Jateng, Erry Derima.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler