Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, pelaku pembunuhan tersebut berinisial HS (29), sementara korban bernama Irwan Hutagalung (53).

”Pelaku ini merupakan karyawan korban. Ia mengaku baru sebulan bekerja dan merupakan pelaku tunggal,” katanya seperti dikutip Detik.com, Rabu (10/5/2023).

Baca: Pelaku Mutilasi-Cor di Depot Air Tembalang Tertangkap

Irwan menjelaskan, sebelum menjadi karyawan korban, pelaku dan korban sudah saling kenal. Perkenalan tersebut terjadi saat korban mengantar galon ke Warmindo.

Namun, selama menjadi karyawan, pelaku mengaku sering dipukul korban dengan alasan kesalahan. Padahal, kesalahan tersebut diakuinya sebagai kesalahan korban yang salah memberi perintah.

”Sudah sebulan, sejak awal puasa. Sering dipukuli kalau ada salah sedikit. Pernah suruh antar 14 galon, terus marah. Katanya 15 galon padahal dia sendiri yang bilang 14,” ujarnya.
Atas perilaku sang bos tersebut, pelaku akhirnya dendam hingga kemudian menghabisi nyawa korban hari Kamis (4/5/2023) malam dengan menghajar korban dengan linggis di dalam depot.Baca: Polda Jateng: Mayat Dimutilasi-Dicor di Tembalang Semarang Diduga Pembunuhan BerencanaSetelah itu, ia kemudian mengangkat jenazah korban ke lorong sempit yang membatasi depot air isi ulang dan tempat cuci mobil.”Pelaku ini juga sempat bercerita kepada IM, penjaga angkringan di sebelah depot air isi ulang. Kemudian Jumat (5/5/2023) dini hari dia kembali lagi untuk melakukan mutilasi,” ungkapnya.Saat melakukan mutilasi, HS mengakui korban masih hidup. Usai dimutilasi, korban kemudian dicor semen. Setelah itu ia berusaha melarikan diri.”Saat ini pelaku masih satu yaitu HS, sedangkan IMberstatus saksi. Tapi tidak menutup kemungkinan Imam ditetapkan tersangka karena mengetahui aksi tersebut,” tambahnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler