Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diketahui dari pengakuan HS yang dihadirkan dalam pers rilis yang digelar Polrastabes Semarang, Rabu (10/5/2023). HS mengakui melakukan mutilasi sehari setelah korban dihantam menggunakan linggis.

”Kamis (4/5/2023) malam menghajar dengan linggis di dalam depot. Kemudian Jumat (5/5/2023) dini hari saya mutilasi,” katanya seperti dikutip Detik.com.

Baca: Pelaku Mutilasi-Cor di Depot Air Tembalang Tertangkap

HS mengakui saat memutilasi tersebut, korban masih hidup. Meski begitu, ia tak mengurungkan niatnya. Ia mengaku terlanjur sakit hati lantaran sering dipukul dan diomeli.

Tak hanya itu, ia juga mengaku merasa puas membunuh dan memutilasi bosnya tersebut menjadi empat bagian. ”Saya puas bisa membunuhnya. Dia sudah terlalu sering membuat sakit hati,” terangnya

Dengan lantang, HS menyebut dirinya memotong tangan korban karena sering digunakan untuk memukul dirinya selama bekerja. Kemudian dia memotong kepala korban karena sering mengomel.

”Karena tangannya dipakai buat mukul saya makanya saya potong. Kalau kepalanya karena dia suka ngomelin saya aja. Jadi yang saya potong kepala bukan bibir. Mulut kan susah,” terangnya.Baca: Pelaku Mutilasi-Cor Pemilik Depot Air Tembalang Karyawan KorbanSebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, pelaku HS merupakan karyawan korban. Ia bahkan baru sebulan bekerja dan merupakan pelaku tunggal.Irwan menjelaskan, sebelum menjadi karyawan korban, pelaku dan korban sudah saling kenal. Perkenalan tersebut terjadi saat korban mengantar galon ke Warmindo.Namun, selama menjadi karyawan, pelaku mengaku sering dipukul korban dengan alasan kesalahan. Padahal, kesalahan tersebut diakuinya sebagai kesalahan korban yang salah memberi perintah.”Sudah sebulan, sejak awal puasa. Sering dipukuli kalau ada salah sedikit. Pernah suruh antar 14 galon, terus marah. Katanya 15 galon padahal dia sendiri yang bilang 14,” ujar Husen.Atas perilaku sang bos tersebut, pelaku akhirnya dendam hingga kemudian menghabisi nyawa korban.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler