Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Klaten AKBP Warsono, mengatakan pemeriksaan dan klarifikasi masih terus dilakukan Polres Klaten bersama Polsek Wonosari guna mendalami kasus tersebut.

”Kami masih melakukan pemeriksaan, sudah mengarah ke sana (tersangka). Namun, ini kami kerja sama dengan instansi lain bersama Bapas dan lain-lain,” kata Kapolres seperti dikutip Solopos.com, Rabu (31/5/2023).

Kapolres menjelaskan kasus tersebut butuh penanganan khusus lantaran orang-orang yang ikut pelatihan silat itu masih usia anak.

Baca: Pelajar SMP Meninggal saat Latihan Silat, Keluarga Lapor Polisi

”Ada yang sudah kami indikasikan. Nanti ke depan kami berikan informasi lagi. Karena ini terkait ABH [anak berhadapan dengan hukum] perlakuannya juga khusus,” kata dia.
Soal hasil autopsi, Kapolres mengatakan secara umum AP meninggal dunia karena lemas. Namun, Polres masih terus mendalami penyebab meninggalnya anak usia SMP tersebut.”Untuk luka dalam mungkin ada. Karena autopsi hasilnya juga cukup dirahasiakan. Tetapi kesimpulannya meninggal karena lemas. Ini masih terus didalami,” kata dia.Kapolres mengimbau kepada pengurus perguruan silat untuk selalu memberikan edukasi kepada anggotanya. Termasuk melakukan pengawasan kegiatan latihan. Kapolres mendorong agar dibentuk forum antarperguruan silat.Baca: Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Pelajar SMP Klaten Meninggal saat Latigan Silat”Perguruan silat ini kan banyak, intinya selalu memberikan edukasi ke pesertanya untuk menjaga kondusivitas, menjaga kerukunan, kedamaian antar perguruan silat. Tidak mengedepankan ego dan tidak melakukan kegiatan provokasi. Saya ingin mendorong semua membentuk forum antar perguruan silat supaya silaturahmi supaya ada komunikasi tetap berjalan dan tercipta kerukunan,” jelas Kapolres.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler