Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Purbalingga – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat hingga saat ini ada 19 desa yang mengalami kekeringan. Dari jumlah itu, BPBD Purbalingga sudah menyalurkan 712.000 air bersih untuk memenuhi kebutuhan.

Ketua Pelaksana BPBD Purbalingga Priyo Satmoko mengatakan, 19 desa yang mengalami kekeringan tersebut berasal dari 10 kecamatan. Saat ini bantuan air bersih juga sudah dikirim, baik dari pemerintah ataupun swasta.

”Total ada 152 mobil tangka air yang digunakan untuk memberikan pasokan air bersih kepada warga. Masing-masing 104 tangki dari BPBD, 44 tangki dari PMI dan MDMC sebanyak 4 tangki. Total 712.000 liter air bersih,” katanya seperti dikutip Serayunews.com

Priyo menyebutkan, 19 desa yang mengalami kekeringan masing-masing Desa Serang dan Desa Kutabawa (Kecamatan Karangreja), Desa Majatengah dan Desa Kedungbenda (Kecamatan Kemangkon), Desa Maribaya, Desa Banjarkerta, Desa Kaliori dan Desa Kalijaran (Kecamatan Karanganyar) dan Desa Kasih, Desa Margasana, Ponpes Manbaul Ihsan Al Baeldowi Desa Karangpucung serta MI Ma’arif NU Desa Krangean (Kecamatan Kertanegara).

Selanjutnya Desa Langgar (Kecamatan Kejobong), Desa Selakambang (Kecamatan Kaligondang), Desa Wanogara Wetan (Kecamatan Rembang), Desa Bumisari (Kecamatan Bojongsari), SMPN 4 Mrebet di Desa Tangkisan dan Desa Sangkanayu (Kecamatan Mrebet) dan Desa Karangjoho (Kecamatan Pengadegan)

Terkait cara untuk mendapatkan pasokan air bersih, Priyo mengatakan warga melalui pemerintah desa bisa segera melapor.

”Caranya meminta permohonan atau permintaan air bersih kepada Bupati Purbalingga melalui surat yang dikirimkan kepada BPBD Purbalingga. Surat tersebut bertanda tangan dKepala Desa (Kades),” jelasnya.

Dalam surat tersebut juga menyebutkan wilayah mana di desa itu yang membutuhkan pasokan air bersih. Termasuk berapa warga atau Kepala Keluarga (KK) yang menjadi sasaran bantuan air bersih tersebut. Nantinya BPBD akan menugaskan petugas beserta mobil tangka air untuk mengirimkan bantuan air bersih. ”Bantuan air bersih secara cuma cuma alias gratis,” imbuhnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler