Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kebumen – Truk maut yang menewaskan lima orang di Kebumen ternyata mengangkut rombongan besuk istri Kades Argosari. Truk engkel bernopol AA 1604 HM itu terguling lantaran tak kuat menanjak di tanjakan Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen.

Camat Ayah Arif Rahmadi membenarkan perihal kejadian tersebut. Ia pun menjelaskan, rombongan tersebut berisi sekitar 48 orang. Mereka sengaja menyewa truk untuk menjenguk istri Kades Agrosari yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gombong.

”Mobil membawa rombongan sekitar 48 orang setelah membesuk Ibu Kades Argosari dari RS PKU Muhamadiyah Gombong,” katanya seperti dikutip Detik.com, Kamis (31/8/2023).

Nahas, usai membesuk di rumah sakit, truk tersebut justru mengalami kecelakaan lantaran tak kuat nanjak. Akibatnya lima orang meninggal dunia dan puluhan orang luka.

Hal tersebut dibenarkan Satinem, salah seorang penumpang. Hanya saja, mengaku tidak tahu pasti penyebab awal kecelakaan. Saat kejadian, Satinem duduk bersama penumpang lain di bak belakang truk.

”Kejadiannya kurang tahu, tiba-tiba nggelondor dan jatuh,” ungkapnya seperti dilansir dari Kompas TV.

Akibat kejadian ini, Satinem mengalami luka patah kaki sebelah kanan. Sementara, menurut saksi mata, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraanya saat berpapasan ada mobil lain.

Namun karena jalan sempit, truk berusaha minggir dan mengurangi kecepatan, tetapi malah justru berjalan mundur dan masuk jurang.

Adanya peristiwa tersebut, Polres Kebumen melalui Kasi Humas Polres AKP Heru Sanyoto mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Ini karena tidak sesuai dengan peruntukan.

”Penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang juga termasuk pelanggaran lalu-lintas serta sangat membahayakan,” katanya seperti dikutip Liputan 6.

Heru menjelaskan, kecelakaan maut itu terjadi lantaran truk tak kuat menanjak. Diduga kuat, selain faktor usia, truk tersebut juga kelebihan muatan. Akibatnya, truk berjalan mundur dan oleng hingga terguling di pekarangan warga.

”Saat ini masih kita selidiki penyebab kecelakaan. Kita masih mengumpulkan sejumlah data di lapangan. Namun yang jelas, kendaraan bak terbuka bukan diperuntukkan untuk membawa penumpang,” jelas AKP Heru.

Ia menambahkan, akibat kejadian itu, lima orang dilaporkan meninggal dunia dan 19 orang lainnya luka-luka. ”Bedasarkan laporan lima meninggal,” tandasnya.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler