Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pemalang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Desa Kandang, Kecamatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2024). Di sana, ia waduli sulitnya mendapat pupuk subsidi oleh para petani setempat.

Mendapat keluhan tersebut, Mentan Amran pun langsung bergerak cepat. Ia bahkan memerintahkan tim Kementan untuk tinggal lebih lama di Pemalang guna menuntaskan masalah tersebut.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Murianews.com, kejadian tersebut berawal saat Mentan Amran meninjau pemanfaatan pompanisasi untuk irigasi di Desa Kandang bersama Pj Gubernur Jateng.

Kunjungan awalnya untuk melihat proses tanam padi yang dilakukan oleh petani setempat. Di sana ia pun mengecek distribusi pupuk.

Dalam pengecekan ini lah ada petani yang mengeluh belum menerima informasi tentang penambahan pupuk subsidi yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. Bahkan mereka mengaku kesulitan mendapat pupuk subsidi

Keluhan itupun langsung membuat Mentan Amran bingung. Ia pun penasaran di mana pupuk subsidi tersebut berhenti.

”Bagaimana ini kok masih belum dapat (pupuk subsidi). Berhentinya di mana?” katanya saat berdialog dengan petani.

Amran bahkan secara tegas memerintahkan jajarannya untuk tinggal lebih lama di Jawa Tengah untuk menuntaskan masalah distribusi pupuk tersebut.

”Nanti tim dari Kementerian Pertanian tinggal dulu, tuntaskan. Untuk pembelian pupuk cukup pakai KTP,” ujarnya.

Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana yang datang langsung pun menegaskan akan melakukan pengawasan distribusi pupuk kepada para petani. Termasuk pembelian pupuk yang cukup menggunakan KTP.

”Kami (Pemprov Jateng) dengan Pangdam, Kapolda, dan Kajati sampai tingkat bawah akan mengawasi dan  membimbing masyarakat. Insyaallah ke depan petani kita semakin maju,” tegasnya

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler