Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, SemarangKekeringan yang melanda Kota Semarang semakin meluas. Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang sudah melakukan droping air bersih hingga 295.000 liter untuk membantu warga.

Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan bantuan ratusan ribu liter air bersih itu didistribusikan kepada sebanyak 1.430 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 14 kelurahan di Kota Semarang.

Ia menyebutkan total saat ini distribusi air bersih ke warga terdampak kekeringan itu menggunakan 59 truk tanki dengan estimasi kapasitas setiap truk tangki sebanyak 5.000 liter air bersih.

Menurut dia, wilayah terbanyak dibantu pengiriman air bersih yakni Kelurahan Rowosari di Kecamatan Tembalang dan Kelurahan Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan dengan masing-masing sebanyak 130.000 liter dan 45.000 liter air bersih.

Sedangkan untuk 12 titik lainnya, di antaranya ada di Mangunharjo (Kecamatan Tembalang), Gondoriyo (Kecamatan Ngaliyan), dan Cepoko (Kecamatan Gunungpati) dengan pengiriman air bersih bervariasi mulai dari 20.000 liter, 15.000 liter dan 10.000 liter.

Untuk proses pengiriman air bersih, kata Endro, pihaknya bekerja sama dengan PDAM Tirta Moedal maupun pihak swasta melalui program CSR (corporate social responsibility).

Alhamdulillah, sampai saat ini droping air bersih ke warga yang terdampak kekeringan masih terpenuhi dan terlayani,” kata Endro.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa pihaknya pada musim kemarau ini selain melaksanakan langkah antisipasi terhadap kekeringan.

”Banyak wilayah yang kami antisipasi. Wilayah yang sering kekeringan itu ada di Rowosari, Jabungan, juga Gondorio, serta Gedawang ini yang harus diantisipasi,” kata Ita, sapaan akrabnya.

Dari sisi penyediaan air, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM untuk melakukan distribusi bantuan air ke wilayah-wilayah terdampak.

”Tidak hanya dari PDAM saja, tapi ada penyediaan dari Pamsimas, atau artetis, dan sebagainya,” terangnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler