Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Cilacap – Rencana pengembangan koridor angkutan aglomerasi Trans Jateng di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, dipastikan akan mundur dari jadwal semula.
Program vital yang diharapkan bisa meningkatkan mobilitas dan menggerakkan perekonomian lokal itu, baru terealisasi pada tahun 2029.
Penundaan ini disebabkan oleh penyesuaian prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) yang saat ini fokus pada ketahanan pangan, pariwisata, industri, dan pemberdayaan potensi daerah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap, Sukaryanto, mengonfirmasi penundaan ini. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa koridor awal yang akan digarap adalah Bulupitu (Purwokerto) – Kroya.
”Terkait dengan rencana angkutan aglomerasi untuk koridor Bulupitu–Kroya, kami sudah koordinasi dengan Dishub Jateng. Di dalam master plan Trans Jateng memang sudah ada jalur itu, termasuk Bulupitu–Cilacap,” katanya seperti dilansir Serayunews, Kamis (24/7/2025).
Ia menambahkan, surat permohonan resmi dari Bupati Cilacap juga telah dikirimkan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mempercepat realisasi.
”Dengan adanya angkutan aglomerasi ini, nanti dari Bulupitu ke Terminal Kroya, lalu dilewatkan ke Stasiun Kroya, agar bisa terkoneksi dengan terminal dan stasiun,” ujarnya.
Usul Angkutan Perintis...
- 1
- 2



