Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, secara resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk 35 wilayah di Provinsi Jawa Tengah.

UMK Jateng ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026 dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505 Tahun 2025.

Dalam lampiran keputusan tersebut, Kota Semarang tetap menempati posisi sebagai daerah dengan upah minimum tertinggi di Jawa Tengah, yakni sebesar Rp 3.701.709,00.

Di posisi selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Demak Rp 3.122.805 dan Kabupaten Kendal Rp 2.992.994. Kemudian di posisi keempat ada Kabupaten Semarang Rp 2.940.088 disusul Kabupaten Kudus di peringkat kelima dengan UMK sebesar Rp 2.818.585.

Kemudian untuk kabupaten/kota dengan UMK terendah ada Kabupaten Banjarnegara: Rp 2.327.813.

Selain UMK umum, Gubernur juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) untuk sektor-sektor industri tertentu yang memiliki nilai lebih tinggi dari UMK daerahnya. Beberapa contoh UMSK 2026 adalah:

  • Kabupaten Demak (Berbagai Sektor Industri): Rp 3.137.685.
  • Kota Semarang (Konstruksi & Perdagangan BBM): Rp 3.721.126.
  • Kabupaten Cilacap (Pembangkit Listrik): Rp 2.800.916.

Aturan Tegas...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler