Gubernur Luthfi Klaim Kemiskinan Jateng di 2025 Turun Jadi 9,37 Persen
Supriyadi
Selasa, 31 Maret 2026 18:08:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Tentu saja ini melalui kolaborasi antara provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, intervensi melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilakukan oleh Pemprov Jateng pada 2025 sekitar 17.000 unit. Dari situ kemudian masuk intervensi untuk penganan stunting, kesehatan, pendidikan anak, ekonomi, dan lainnya. Dengan kesejahteraan masyarakat dapat terangkat.
Termasuk program sekolah gratis bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di antaranya melalui Sekolah Kemitraan dengan SMA swasta dan SMK Jateng. Begitu juga terkait dengan bantuan sosial yang harus tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyampaikan dukungan pelaksanaan program pemerintah pusat di Jawa Tengah.
Di antaranya program makanan bergizi gratis (MBG) sudah mencapai 4,29 juta penerima dengan dukungan 3.364 SPPG; program 3 juta rumah capaiannya sebanyak 17.510 unit dari APBD dan 2.743 unit dari Baznad dan CSR perusahaan.
Selain itu ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sudah 6.233 unit yang operasional dari total 8.523 unit; Cek Kesehatan Gratis sudah mencapai 14,13 juta masyarakat terlayani, termasuk di dalamnya ada program Speling; dan Sekolah Rakyat yang sudah berdiri sebanyak 17 unit di 14 kabupaten/kota dengan jumlah siswa 1.275 anak.
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengatakan, LKPJ Gubernur tahun 2025 tersebut sudah diterima. Selanjutnya akan direview dan dikritisi oleh panitia khusus (Pansus) yang sudah dibentuk dalam rapat paripurna tersebut.
”Pansus sudah dibentuk. Tentu akan kita review terkait kegiatan tahun 2025. Nanti akan kami berikan catatan untuk perbaikan tahun 2026 ini,” katanya.



