Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal ini disampaikan dalam Jateng Digital Conference (JDC) 2023 yang digelar AMSI Jateng pada sesi kedua dengan tema Digitalisasi Perbankan. Sesi kedua ini dimoderatori Erwin Ardian Pimred Tribun Jateng, Rabu (1/3/2023).
Ia menjelaskan, ada sejumlah konsep dan teknik serangan yang dilakukan pelaku kejahatan siber di dunia digitalisasi. Sebelum menjalankan aksinya, konsep yang dilakukan pelaku akan melakukan pengintaian, hingga ujicoba atau trial dan error.
”Ketika berhasil lanjut, mereka baru melakukan serangan sesungguhnya," katanya.
Lebih lanjut, saat sudah berhasil mendapatkan sasaran kejahatan, pelakunya akan meninggalkan celah untuk nantinya masih bisa mengakses sistem yang tengah disasar. Selain itu, jejak serangan juga akan ditutupi dengan kegiatan yang dinamakan anti forensik.
”Jadi tidak langsung hilang, mereka juga meninggalkan celah untuk masih bisa mengakses dan meninggalkan program yang dinamakan backdoor," ujarnya.
Baca: Catat! Begini Cara Mengantisipasi Kejahatan Siber
Kemudian, para pelaku yang melakukan aksi kejahatan siber juga menggunakan berbagai teknik. Seperti eksploitasi kerentanan pada perangkat lunak, penanaman berbagai macam virus, seperti malware, spyware, ransomeware, rootkit, trojan, hingga worm.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



