Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Solo – Penyediaan takjil gratis saat Ramadan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (SZS) berujung jadi penipuan. Pelaku diketahui tak membayar katering yang ditunjuk untuk menyediakannya.

Dikabarkan, ada dua katering yang ditunjuk untuk menyediakan takjil gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Total nilai kontrak pelaku dengan dua katering tersebut hampir Rp 1 miliar.

Namun setelah kegiatan penyediaan takjil selesai, pelaku justru tak memenuhi kewajibannya untuk membayar. Belakangan diketahui, penyediaan takjil gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang bermasalah itu tanpa sepengetahuan pengelola masjid.

Pemilik katering pun melaporkan kasus itu ke Polresta Solo. Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi membenarkan adanya informasi dugaan penipuan tersebut.

”Memang sampai kemarin itu salah satu warga berinisial S datang ke Satreskrim Polresta Solo untuk laporan. Dia merasa dipesani (takjil) oleh E (terduga pelaku-red),” kata Iwan dikutip dari Suara.com, Jumat (19/4/2024).

Iwan mengatakan, saat ini pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya juga mulai mengumpulkan bukti-bukti dari kasus tersebut.

Sementara itu, Wakil Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Bagus Sigit Setiawan mengatakan bahwa itu di luar sepengetahuan pengelola. Karena semua katering yang menjalin kerjasama dengan Masjid Zayed Solo tidak ada persoalan.

”Belum ada keterangan jelas. Yang jelas semua katering yang menjalin kerjasama dengan Masjid Zayed tidak ada persoalan. Kalau yang itu di luar sepengetahuan pengelola,” ujarnya.

Bagus mengatakan, makanan katering sempat dikirim ke Masjid dan bilangnya itu sedekah. Makanan itu dikirim menjelang sahur di awal bulan puasa kemarin.

”Awalnya itu datang untuk pembagian sahur bersama terus tak sampaikan kita tidak ada pembagian buat sahur bersama. Itu di awal bulan Ramadan, tidak dihitung jumlahnya berapa,” ungkap dia.

Kemudian, makanan itu dibagi-bagikan ke warga oleh pihak katering itu sendiri. Bagus menyebut, masjid tak ambil bagian dalam pengurusan pembagian sahur dan bagi takjil tersebut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler