Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satu relawan, Deas (28) mengatakan banjir Semarang paling parah terjadi di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk. Sudah ada beberapa laporan terkait banjir yang merendam Kota Semarang.
”Menurut laporan, untuk yang parah itu di daerah Tlogosari, terowongan USM (Universitas Semarang), dan seputaran Kaligawe,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, kawasan Tlogosari, tepatnya di sekolah farmasi, ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa. Akses ke sana pun tak bisa dilalui kendaraan apapun.
Saat ini, pihaknya telah diterjunkan 2 perahu karet dari USM. Deas juga mengimbau warga untuk menghindari beberapa ruas yang tergenang, di antaranya:
1. Majapahit (simpang majapahit-supriyadi),
2. Soekarno Hatta (simpang Tlogosari-Supriyadi),
3. Soekarno Hatta (terowongan USM ketinggian air 40-50 cm),
4. Tlogosari (Bugen/Jembatan Sukarela ketinggian air 40-50 cm),
5. Gajah Raya (simpang Jajah-Soekarno Hatta ketinggian air 40-70 cm).



