”Rakornas menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa dalam pencegahan dan penurunan stunting," kata Budi.
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuminng Raka dalam arahannya mengatakan, percepatan penurunan stunting adalah program prioritas Presiden RI Prabowo Subiyanto yang harus dikawal bersama. Gibran mengajak semua pihak agar 'keroyokan', untuk mencapai target penurunan yang sudah ditetapkan.
”Tantangan masih besar untuk mencapai prevalensi 14% di tahun 2029. Mari kita bersama-sama keroyokan untuk program penurunan stunting ini,” tandasnya.
Murianews, Jakarta – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapatkan predikat sebagai provinsi sebagai capaian intervensi penurunan stunting terbaik kategori regional I. Penghargaan dari Kementerian Kesehatan didapatkan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyerahkan penghargaan itu langsung pada Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno.
Penghargaan itu diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Auditorium Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia pada 2024, prevalensi stunting Jateng berada di angka 17,1 persen, di bawah angka nasional yang sebesar 19,8 persen.
Pemprov Jateng sendiri telah melakukan beragam upaya dalam menurunkan stunting, seperti melakukan skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil.
Kemudian, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, dan berbagai upaya lainnya.
Di kesempatan itu, Sumarno menyampaikan, prestasi itu tidak lepas dari kolaborasi semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting, yang saat ini salah satunya diwujudkan melalui program dokter spesialis keliling (speling).
Jadi Penyemangat...
Sumarno mengatakan, penghargaan yang diperoleh Jateng, diharapkan menjadi penyemangat semua pihak yang telah bersinergi, untuk lebih giat menurunkan angka stunting.
”Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kepada bupati, walikota, camat, lurah dan yang terutama kader posyandu, yang menjadi ujung tombak suksesnya pencapaian penurunan stunting di Jawa Tengah,” tutur Sumarno.
Di kesempatan itu, Sumarno juga menyampaikan selamat pada dua penghargaan lain yang diterima Jateng. Pihaknya optimistis, melalui sinergi semua pihak, angka prevalensi stunting dapat terus ditekan.
Adapun dua penghargaan lain yang didapatkan Jateng yakni, Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dari Kabupaten Banyumas sebagai kategori terbaik Regional 1 untuk.
Lalu, kader Posyandu Mawar 3 Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Sofia Turrifqi sebagai kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional 1.
Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pada 2024, angka prevalensi stunting secara nasional yakni 19.8 persen.
Target Pemerintah...
Kini, Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk menurunkan prevalensi stunting dengan target 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen di 2045.
”Rakornas menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa dalam pencegahan dan penurunan stunting," kata Budi.
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuminng Raka dalam arahannya mengatakan, percepatan penurunan stunting adalah program prioritas Presiden RI Prabowo Subiyanto yang harus dikawal bersama. Gibran mengajak semua pihak agar 'keroyokan', untuk mencapai target penurunan yang sudah ditetapkan.
”Tantangan masih besar untuk mencapai prevalensi 14% di tahun 2029. Mari kita bersama-sama keroyokan untuk program penurunan stunting ini,” tandasnya.