Sebanyak 57 Warisan Budaya Jateng Jadi WBTb Indonesia
Zulkifli Fahmi
Selasa, 16 Desember 2025 12:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dalam malam puncak Apresiasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Plaza Insan Berprestasi itu, dua dari 57 WBTbI asal Jateng ditampilkan dalam pembukaan.
Keduanya yakni, tembang Ilir-Ilir dari Kabupaten Demak dan Kesenian Gendukan dari Kabupaten Pekalongan.
Ahmad Luthfi mengungkapkan, pihaknya telah memproses tembang Ilir-Ilir untuk menjadi warisan budaya takbenda dunia ke UNESCO. ia menyebut, tak lama lagi penetapan dari UNESCO itu diperkirakan bakal terbit.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, tahun ini ada 514 warisan budaya yang ditetapkan jadi WBTbI. Sepanjang 2013-2025, kini sudah ada 2.727 WBTb yang ditetapkan menjadi WBTbI.
Warisan budaya yang ditetapkan tersebut berupa Bahasa, sastra, tradisi lisan, ritus, manuskrip, permainan tradisional, hingga pangan lokal dan adat istiadat masyarakat.
Fadli Zon mendorong agar lebih banyak WBTb yang bisa ditetapkan menjadi WBTbI tahun depan. Dia meminta kabupaten dan kota untuk meningkatkan pendataan dan pengusulan WBTbI agar lebih banyak yang dapat diusulkan menjadi warisan budaya takbenda dunia.
”Kita harapkan ke depan warisan budaya takbenda ini bisa menjadi ekosistem berkelanjutan dan dapat diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia,” pungkasnya dikutip dari YouTube Kemenbud RI.



