Diduga jadi Korban Bullying, Santri di Wonogiri Meninggal
Zulkifli Fahmi
Kamis, 18 Desember 2025 17:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Wonogiri – MMA (12), seorang santri salah satu Pondok Pesantren di Wonogiri, Jawa Tengah meninggal diduga menjadi korban bullying atau perundungan.
Korban yang merupakan warga Karanganyar itu sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal di rumah sakit, Senin (15/12/2025).
Saat menjalani perawatan, korban yang masih duduk di bangku kelas VII itu mengalami luka lebam. Dugaan perundungan itu diungkapkan Plt Kepala Dinas PPKB P3A Wonogiri, Suhartono.
”Kami mendapatkan aduan dari masyarakat terkait hal itu. Ada warga yang curiga santri meninggal dengan adanya luka lebam. Memang betul mengarah ke pembullyan,” kata Suhartono seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (18/12/2025).
Pihaknya pun telah mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan. Ia menduga, aksi bullying yang menimpa korban terjadi Sabtu (13/12/2025) lalu. Dugaan sementara, pelaku juga anak-anak.
”Infonya korban dipukul. Sebelumnya juga sudah ada (bully) yang dilakukan. Kalau pelaku bullying lebih dari satu orang kan potensi bullying-nya lebih berat,” jelasnya.
Suhartono menyayangkan peristiwa bullying tersebut terjadi di Pondok Pesantren. Ia menekankan agar lingkungan juga peka terhatap aksi perundungan agar kejadian serupat tak terulang.
”Lingkungan harus peka. Kita sayangkan ada kejadian seperti ini, semoga tidak terjadi lagi ke depannya. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau pelaku. Ini kan korban dan pelaku anak-anak semua," imbuhnya.
Serahkan Ke Polisi...
- 1
- 2



