Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah menegaskan akan terus perangi kekerasan perempuan. Ketegasan itu disampaikannya dalam peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Provinsi Jateng di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (19/12/2025).

Agenda itu menjadi momentum refleksi peran strategis perempuan, sekaligus sorotan atas tantangan ketimpangan gender dan kekerasan terhadap perempuan.

”Hari Ibu ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang kembali jasa para ibu, dan kita perlu terus bergerak memerangi kekerasan terhadap perempuan, bukan hanya kekerasan fisik tapi juga kekerasan siber,” kata Nawal.

Istri Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin itu mengungkapkan, angka kekerasan pada perempuan masih cukup tinggi. Dalam data Komnas Perempuan 2024, terdapat 1.019 kasus kekerasan perempuan di Jawa Tengah.

Selain tingginya angka kekerasan perempuan itu, ada beberapa tantangan serius lain yang tak kalah penting. Salah satunya Indeks Pemberdayaan Gender di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir ini masih di bawah capaian nasional.

Bahkan, pada 2024 angkanya menurun sekitar 1,6 poin dibandingkan pada 2023. Penurunan itu dipengaruhi dengan proporsi komposit perempuan sebagai tenaga profesional yang juga melorot di angka 1,25 persen menjadi 49,75 persen.

Kendati begitu, Indeks Ketimpangan Gender di Jateng justru membaik menjadi 0,308 dan Indeks Pembangunan Gender naik di angka 93. Kondisi itu menandakan kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan perempuan.

Di sisi lain, Nawal menegaskan, PKK Jateng terus mengampanyekan kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan limbah.

Peran Ibu... 

”Prinsip berkelanjutan terus kami gelorakan. Kain perca dan limbah tekstil bisa disulap menjadi busana bernilai tinggi dengan desain yang indah. Ini ajakan bagi masyarakat Jawa Tengah, untuk mengelola limbah agar kembali bermanfaat dan menjaga bumi bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno yang mewakili Wakil Gubernur Taj Yasin, menekankan peran ibu sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

”Ibu adalah pendidik pertama anak. Kalau ingin Indonesia unggul, dimulai dari rumah. Doa ibu adalah doa paling makbul,” tegasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler