Di kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga mengungkapkan adanya kejadian menonjol saat libur Nataru, yakni kecelakaan bus Cahaya Trans di Lingkar Tol Krapyak.
Kecelakaan tunggal itu terjadi, Senin (22/12/2025), sekitar pukul 00.30 WIB. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa itu.
Selain itu, pihaknya juga menggerakan 1.400 desa tanggap bencana guna mengantisipasi terjadinya bencana, mengingat perkiraan BMKG terkait curah hujan yang tinggil selama periode Nataru.
”Ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kejadian di Cilacap dan Banjarnegara. Sampai saat ini tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir,” ujarnya.
Pihaknya juga sudah melakukan pemantauan bersama Kapolda Jateng terkait kejadian banjir bandang di wisata Guci, Kabupaten Tegal. Ia menyatakan, saat ini, kondisinya sudah membaik.
Murianews, Semarang – Sebanyak 8,6 juta orang masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), dari 20-31 Desember 2025. Jumlah itu diperkirakan bertambah hingga akhir Operasi Lilin Candi, Senin (5/1/2026).
Data itu disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat ikut memantau malam tahun baru secara virtual dengan Menkopolkam Djamari Chaniago dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Jateng, Rabu (31/12/2025) malam.
Luthfi mengatakan Jawa Tengah menjadi daerah yang banyak dituu pemudik selama Nataru. Kementerian Perhubungan sebelum memprediksi ada 8,7 juta orang yang bergerak ke Jateng.
”Pada 20-31 Desember 2025 sudah 8,6 juta masyarakat tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi saat menyampaikan laporan sitkamtibmas di Jawa Tengah kepada Menkopolkam.
Sementara terkait pantauan malam tahun baru, setidaknya ada 101 tempat perayaan di Jawa Tengah. Dari 35 kabupaten/kota di wilayahnya, sebanyak 17 kabupaten/kota menyelenggarakan car free night (CFN).
Sekitar 10.112 personel TNI dan Polri serta ditambah personel gabungan dari Satpol PP maupun instansi terkait lainnya ditugaskan untuk mengamankan perayaan Nataru.
Mereka tersebar di pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan, serta di gereja-gereja, objek wisata, dan jalur-jalur rawan kemacetan.
”Terima kasih kepada Kapolda dan Pangdam serta seluruh stakeholder yang telah memberikan pelayanan masyarakat selama libur Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif agar semua kegiatan berjalan lancar,” katanya.
Kejadian Menonjol...
Di kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga mengungkapkan adanya kejadian menonjol saat libur Nataru, yakni kecelakaan bus Cahaya Trans di Lingkar Tol Krapyak.
Kecelakaan tunggal itu terjadi, Senin (22/12/2025), sekitar pukul 00.30 WIB. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa itu.
Selain itu, pihaknya juga menggerakan 1.400 desa tanggap bencana guna mengantisipasi terjadinya bencana, mengingat perkiraan BMKG terkait curah hujan yang tinggil selama periode Nataru.
Di mana masyarakat sudah diberikan pelatihan dan assessment dari Forkopimda Kabupaten/Kota untuk membentuk klaster pengungsi, klaster infrastruktur, klaster SAR, dan klaster lain yang terkait.
”Ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kejadian di Cilacap dan Banjarnegara. Sampai saat ini tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir,” ujarnya.
Pihaknya juga sudah melakukan pemantauan bersama Kapolda Jateng terkait kejadian banjir bandang di wisata Guci, Kabupaten Tegal. Ia menyatakan, saat ini, kondisinya sudah membaik.
Diapresiasi...
Langkah-langkah antisipasi yang sudah disiapkan Forkopimda Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Menkopolkam Djamari Chaniago. Menurutnya, sinergisitas dan kolaborasi di Jawa Tengah menunjukkan harmoni yang sangat baik.
Meski begitu, Ia mengingatkan malam pergantian tahun tidak dianggap sebagai puncak Operasi Lilin. Sebab masih ada kegiatan lain sampai berakhirnya operasi pada 5 Januari 2026.
”Mudah-mudahan situasi dan kondisi di Jawa Tengah terus terjaga,” ujarnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan itu juga diikuti oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Achiruddin Darojat.