Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Boyolali – Seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup mulai hari ini, Kamis (1/1/2026). Penutupan akan dilakukan hingga dua bulan ke depan, yakni 28 Februari 2026.

Pengumuman pentutupan itu dikeluarkan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui surat bernomor: PG.18/T.35/TU/HMS.1.8/B/12/2025 tentang Pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Anggit Haryoso mengatakan, penutupan jalur pendakian itu dikarenakan kondisi cuaca ekstrem. Penutupan juga berkaitan adanya pendaki yang meninggal tersambar petir di jalur Suwanting, baru-baru ini.

”(seluruh jalur pendakian Merbabu ditutup) karena cuaca ekstrem hampir terjadi di beberapa kabupaten/kota, sesuai informasi Stasiun Klimatologi Ahmad Yani Semarang,” katanya, dikutip dari Detik.com, Kamis (1/1/2026).

Penutupan ini juga berlaku di jalur Cuntel di Kabupaten Semarang, yang baru dibuka lagu untuk pendakian umum 23 Desember 2025 lalu.

Adapun jalur pendakian Gunung Merbabu yang resmi yakni, jalur Selo Boyolali, Suwanting dan Wekas di Kabupaten Magelang, serta jalur Tekelan dan Cuntel di Kabupaten Semarang.

Ia menjelaskan, penutupan berdasarkan pertimbangan kondisi alam terkini dan juga demi menjaga keselamatan pengunjung. Di mana, menurut peringatan dini BMKG, saat ini wilayah Jawa Tengah dan kawasan pegunungan berpotensi mengalami perubahan cuaca secara tiba-tiba.

”hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, hingga puting beliung serta kilat dan petir. Kondisi tersebut berisiko tinggi bagi keselamatan pendaki,” jelas Anggit.

Beri Dua Opsi... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler