Gubernur Jateng: Desa Ujung Tombak Pembangunan Nasional
Zulkifli Fahmi
Rabu, 14 Januari 2026 16:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Jadi, semua desa di Jawa Tengah itu beda-beda. Dia punya potensi wisata, punya potensi produk unggulan, punya potensi kearifan lokal, dan lainnya,” kata Luthfi.
Pemprov Jateng sendiri telah memfasilitasi dengan banyak program guna penguatan desa. Di antaranya peningkatan bantuan keuangan desa hingga penguatan BUMDes.
Di depan ratusan kades dan lurah berprestasi se-Indonesia, Luthfi menegaskan, muara dari pembangunan desa itu untuk mereduksi angka kemiskinan serta mengungkit kesejahteraan masyarakat.
”Kemiskinan tidak bisa diperangi dengan salah satu unsur saja, harus kita keroyok rame-rame oleh Pemprov, Pemda kabupaten/kota, sampai kementerian. Semua harus terintegrasi,” jelasnya.
Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Desa, La Ode Ahmad P Bolombo mengatakan, bila pembangunan desa dengan potensi yang ada itu berjalan bagus, maka Indonesia Emas akan tercapai.
Maka dari itu, ia meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk sama-sama menjaga desa. Tujuannya agar para aparatur desa berada pada on the track dalam melakukan pembangunan yang direncanakan.
”Desa harus bisa menangkap potensi dan mengembangkan. Misal Jateng itu tujuan mudik, maka desa harus bisa menangkap potensi itu dengan menjadikan desa sebagai happy village,” jelasnya.



