Kegiatan selama tiga hari, (26-28/1/2026) itu diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas amil dalam menghadapi tantangan perhimpunan dana berbasis teknologi digital.
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari Kepala Divisi Fundraising dan staf Fundraising Media Lazismu se-Jawa Tengah, termasuk Lazismu Kudus. Selain itu, ada juga beberapa perwakilan Lazimu dari Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Gorontalo.
Kehadiran peserta lintas wilayah ini mencerminkan komitmen Lazismu dalam membangun sistem fundraising digital yang terintegrasi secara nasional.
Tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Amil Kelas Fundraising Digital adalah mengoptimalkan penghimpunan dana dan memperkuat branding Lazismu melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dengan meningkatnya kompetensi para fundraiser, Lazismu diharapkan dapat menyampaikan program-program sosial secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam kegiatan itu, Lasizmu menghadirkan tiga materi utama yang seluruhnya dihadirkan dari Pusat Syi’ar Dakwah Muhammadiyah PP Muhammadiyah dari Yogyakart. Mereka memiliki keahlian di bidang dakwah serta komunikasi digital.
Sesi pertama membahas pengembangan website sebagai pondasi fundraising digital Lazismu, yang disampaikan Erwan Sudiwijaya.
Murianews, Semarang – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah atau Lazismu Jateng menggelar Sekolah Amil Kelas Fundrasing Digital di Hotel Candi Indah, Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan selama tiga hari, (26-28/1/2026) itu diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas amil dalam menghadapi tantangan perhimpunan dana berbasis teknologi digital.
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari Kepala Divisi Fundraising dan staf Fundraising Media Lazismu se-Jawa Tengah, termasuk Lazismu Kudus. Selain itu, ada juga beberapa perwakilan Lazimu dari Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Gorontalo.
Kehadiran peserta lintas wilayah ini mencerminkan komitmen Lazismu dalam membangun sistem fundraising digital yang terintegrasi secara nasional.
Tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Amil Kelas Fundraising Digital adalah mengoptimalkan penghimpunan dana dan memperkuat branding Lazismu melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dengan meningkatnya kompetensi para fundraiser, Lazismu diharapkan dapat menyampaikan program-program sosial secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam kegiatan itu, Lasizmu menghadirkan tiga materi utama yang seluruhnya dihadirkan dari Pusat Syi’ar Dakwah Muhammadiyah PP Muhammadiyah dari Yogyakart. Mereka memiliki keahlian di bidang dakwah serta komunikasi digital.
Sesi pertama membahas pengembangan website sebagai pondasi fundraising digital Lazismu, yang disampaikan Erwan Sudiwijaya.
Branding...
Dalam paparannya, Erwan menekankan pentingnya website sebagai pusat informasi, sarana branding lembaga, sekaligus platform utama penghimpunan dana secara daring.
Ia menyampaikan bahwa website Lazismu harus dikelola secara profesional, mudah diakses, dan mampu membangun kepercayaan publik.
”Website bukan sekadar etalase, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem fundraising digital yang berkelanjutan,” ungkap Erwan dalam pemaparannya.
Sesi kedua mengangkat materi copywriting dan storytelling fundraising yang disampaikan oleh Fajar Junaedi. Pada sesi ini, peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya narasi yang kuat, persuasif, dan beretika dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
Fajar menekankan storytelling yang baik dapat membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan kepercayaan donatur terhadap lembaga.
Menurutnya, narasi fundraising harus disusun dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan amanah.
”Storytelling yang efektif bukan hanya menarik, tetapi juga mampu menggerakkan kepedulian publik tanpa menghilangkan prinsip-prinsip etis,” jelasnya.
Sementara itu, sesi ketiga membahas produksi konten dan tata kelola website sebagai platform funding yang disampaikan Rasyid Hidayatullah
Penghimbunan Dana...
Pada sesi ini, peserta memperoleh pembekalan teknis terkait pembuatan konten visual dan tulisan yang sesuai dengan identitas Lazismu, serta strategi pengelolaan website agar optimal sebagai sarana penghimpunan dana.
Nabila Shilla, peserta dari Lazismu Kudus mengatakan materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan lembaga saat ini.
Menurutnya kegiatan ini memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan media dan fundraising di daerah.
Secara keseluruhan, Sekolah Amil Kelas Fundraising Digital ini diharapkan mampu mencetak amil Lazismu yang adaptif, inovatif, dan profesional dalam mengelola fundraising berbasis digital.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, Lazismu optimistis dapat terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam memberdayakan umat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan berkemajuan.