Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

”Tujuannya membedah tata cara dan makna yang ada di keraton-keraton bekas kekuasaan Mataram yang sekarang disebut sebagai Catur Saputra. Ternyata, itu beda-beda dan beda maknanya,” katanya.

Pada hari terakhir pameran, rencananya akan digelar lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak sebagai bentuk upaya mengajak dan mengenalkan pusaka kepada generasi muda sedini mungkin.

Sementara itu, General Manager Hotel Front One HK Semarang Doni Avianto menjelaskan pameran tersebut sebenarnya realisasi dari agenda yang sempat tertunda.

Ia menjelaskan dua paguyuban di Kota dan Kabupaten Semarang memiliki kekuatan yang saling melengkapi dalam penyelenggaraan pameran tersebut.

”Kalau di Semarang lebih kuat di bisnis klitikan atau bursanya, sedangkan di kabupaten Semarang ke pendidikan keris. Kebetulan, ketemu empunya juga,” katanya.

Menurut dia, persiapan untuk pameran pusaka tersebut dilakukan setidaknya sejak tiga bulan lalu, dengan konsep yang berbeda dengan pameran biasanya.

”Di sini, orang jadi tahu bagaimana pembuatan keris? Kenapa keris mahal? Dipraktekkan empu masih yang muda, ada pembelajaran. Ada juga bursa yang nilai penjualannya fantastis,” pungkasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler