Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, SemarangDugderan, tradisi menyambut datangnya bulan puasa atau Ramadan di Kota Semarang, Jawa Tengah bakal digelar Senin (16/2/2026) nanti.

Agenda ini nantinya akan digelar lebih megah dengan tema ”Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”. Tradisi Dugderan kali ini menjadi istimewa karena berdekatan dengan perayaan Imlek.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, berdekatannya waktu pelaksananaan Dugderan dengan perayaan Imlek itu mempertegas jati diri Semarang sebagai kota paling toleran melalui rute panjang melintasi ikon-ikon religi lintas budaya.

Ia mengatakan, Dugderan sendiri merupakan tradisi yang telah menjadi simbol akulturasi budaya dalam menyambut datangnya bulan puasa atau Ramadhan.

”Dugderan adalah simbol kebersamaan warga Semarang. Kami ingin tradisi ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya kita sekaligus mempererat persaudaraan. Ini adalah momentum penguatan identitas kota yang inklusif,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (14/2/2026).

Guna menjaga kekhidmatan prosesi, karnaval tahun ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berupa Pawai Budaya Dugder yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan komunitas seni dari Balai Kota menuju kawasan Alun-Alun Kauman.

Pada sesi kedua, nantinya hanya rombongan bus wali kota yang melanjutkan perjalanan melalui Jalan Wahid Hasyim menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tanpa iringan parade.

”Kami sengaja menghadirkan berbagai atraksi, mulai dari seni tari hingga keterlibatan berbagai komunitas dalam Pawai Budaya Dugder, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga merasakan pengalaman budaya yang utuh,” katanya.

Magnet Wisata Budaya... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler