Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Batang – Pemkab Batang terus menggencarkan Gerakan Satu Minggu Satu Buku guna menunjang minat baca anak sejak usia dini. Upaya ini juga sebagai langkah menanggulangi fenomena anak bermain gadget semakin marak.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang Puji Setyowati mengatakan Gerakan Satu Minggu Satu Buku ini menjadi tantangan besar, termasuk bagi para pegiat literasi di lapangan.

”Jika kita melihat fenomena sekarang, banyak orang tua yang membiarkan anaknya bermain gadget sehingga anak malas untuk membaca buku. Inilah tugas para penggiat literasi untuk bisa mengajak masyarakat agar bisa mencintai dan membaca buku,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, program ini menyasar pada fondasi awal yaitu anak usia dini hingga kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Itu dilakukan agar anak mencintai dan membaca buku sejak dini.

”Ya, sejak usia dini, kami memandang anak-anak perlu mendapatkan pendampingan orang tua agar mencintai dan membaca buku,” katanya.

Dengan kolaborasi antara rumah dan sekolah, Pemkab Batang berharap para orang tua dapat meluangkan waktunya sejenak untuk membacakan buku pada anak yang nantinya akan ditinjau kembali oleh para guru di sekolah.

”Gerakan ini harapannya orang tua dapat berperan aktif dalam membacakan buku bagi anak-anaknya di rumah, minimal satu buku dalam seminggu yang nantinya juga akan kerja sama dengan guru di sekolah untuk me-review buku hasil bacaannya,” kata Puji Setyowati.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya memberikan bimbingan teknis untuk membekali kemampuan sinematografi bagi para penggiat literasi merayu warga kembali mencintai buku.

”Generasi sekarang lebih condong ke konten-konten di media sosial. Dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan para penggiat literasi dapat memahami cara memproduksi video yang baik agar bisa mengajak penontonnya untuk ikut gemar membaca,” katanya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler