Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Solo – Penurunan penerimaan dana transfer dari pusat ke daerah (TKD) memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD), Pemprov Jateng. Upaya-upaya mandiri dan kreatif untuk menggali PAD pun terus didorong.

Dalam Rakor Pendapatan Tahun 2027 di Solo, Selasa (7/8/2026), Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta Pemprov Jateng segera menyikapi penurunan TKD tersebut secara kreatif.

Diketahui, penurunan TKD yang diterima Jawa Tengah mencapai Rp 1,522 triliun pada 2026 ini. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan implementasi dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

”Aturan ini telah memicu penurunan dana transfer pusat ke Jawa Tengah sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026. Kondisi ini memaksa kita untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga meminta Pemprov Jateng menyikapi dinamika pada sektor otomotif. Di mana, terdapat tren penurunan penjualan kendaraan bermotor serta pergeseran dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

”Kondisi ini secara langsung menekan penerimaan PKB dan BBNKB. Pada tahun 2025 saja, pajak daerah Jateng terkontraksi sekitar 19,5 persen,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga mendorong agar target pendapatan 2027 dapat dievaluasi secara realistis namun tetap optimis.

Beberapa OPD, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diharapkan tak sekadar menyodorkan angka, namun juga strategi konkret terkait intensifikasi tunggakan pojak.

”Bagaimana mengurai tunggakan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang nominalnya masih sangat besar agar tidak menjadi piutang macet yang persisten,” kata Sumanto.

Ketua DPRD Jateng Sumanto dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin saat menghadiri Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2026). (Murianews/Humas DPRD Jateng)

Di kesempatan itu, Sumanto juga mengapresiasi pendapatan retribusi daerah yang mencapai 123,05 persen pada 2025. Tren positif itu harus dipertahankan melalui peningkatan kualitas layanan baik BLUD dan objek jasa usaha lainnya.

”Kontribusi dividen harus tetap dijaga keseimbangannya antara setoran PAD dan kebutuhan penyertaan modal untuk penguatan usaha,” ungkapnya.

Ia berharap agenda rakor tersebut dapat menghasilkan kesepakatan target yang reliablel. Salah satunya, memastikan keberlanjutan fiskal agar program prioritas pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur tetap berjalan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler