Gubernur Jateng: Koperasi Berperan Penting Kuatkan Ekonomi Rakyat
Zulkifli Fahmi
Selasa, 14 April 2026 15:35:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Semarang – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, koperasi memiliki peran penting dalam menguatkan ekonomi rakyat. Terlebih dalam membantu upaya pemerintah meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Dalam peran strategis itu, mendorong agar koperasi hadir sebagai pusat pendampingan ekonomi rakyat. Terutama untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas.
Itu diungkapkan dalam acara Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Jawa Tengah serta Rapat Kerja Wilayah Tahun 2026 di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (14/4/2026).
”Pengurus telah terbentuk. Dengan adanya pengurus yang baru ini, rekan-rekan bisa mewarnai, agar koperasi di Jateng jadi cikal bakal kemakmuran masyarakat,” ujar Luthfi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, Jawa Tengah memiliki 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi di Jateng mencapai Rp60,13 triliun, dengan volume usaha Rp43,78 triliun, serta imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.
Tak hanya itu, saat ini sudah ada 6.271 unit dari 8.523 Koperasi Merah Putih di Jateng telah beroperasi dengan 1.466 unit di antaranya telah memiliki gerai fisik sebagai pusat aktivitas ekonomi.
Luthfi berharap, Koperasi Merah Putih bisa segera bergerak memperkuat ekonomi desa. Ke depan, KDKMP diharapkan berkembang menjadi pusat distribusi logistik dan lumbung pangan lokal.
”Ini penting karena merupakan penguatan ekonomi di desa,” katanya.



