Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Klaten – Seorang warga disebut menjadi korban pengeroyokan oknum debt collector di Exit Tol Prambanan Klaten, Jawa Tengah. Kabar tersebut ramai beredar di media sosial, salah satunya di platform Facebook.
Bahkan, korban disebutkan mengalami luka bacok setelah menjadi korban pengeroyokan DC. Namun, faktanya, luka yang dialami korban bukan karena dibacok.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekira pukul 14.00 WIB. Mulanya, korban, Fredy (59), bersama komunitas anti riba dan masyarakat mendatangi lokasi karena resah akibat adanya oknum DC atau sering disebut ”Mata Elang” alias Matel.
”Kita jalan dan ada Matel dua orang di situ, diimbau. Lalu mereka nelpon-nelpon temannya. Lalu datang (beberapa orang), akhirnya diimbau yang penting tidak ada Matel di Klaten. Sudah diimbau, sudah pergi,” kata Fredy seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (23/4/2026) pagi.
Setelah semuanya bubar, korban pun pulang dengan memutar di U turn Prambanan (Jalan Jogja-Solo).
Namun, saat sampai ke jalan arah Wedi, Klaten, mereka kembali bertemu rombogan Matel dari arah berlawanan. Rombongan enam orang dengan tiba motor itu lalu menabrak korban dan temannya.
Rombongan yang terdiri dari enam orang dengan tiga sepeda motor itu lalu menabrak Fredy dan temannya. Keributan pun akhirnya pecah.
”Nabrak kita, dan terjadi (keributan) di warung sate kambing. Teman saya bisa lari ke arah rest area (exit tol), saya tidak bisa. Saya masuk warung sate, saya lari ke belakang, saya sudah berceceran darah, lalu ke rumah warga mengamankan diri,” kata Fredy.
Korban Terluka...
- 1
- 2



