Dari jumlah itu, sebanyak 248 orang berasal dari SMPN 4 Temanggung. Mereka mengalami gejala keracunan usah menyantap menu MBG berupa nasi kuning, telur dadar, abon, tempe orek, timun, tomat, dan buah semangka.
MBG tersebut disalurkan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Temanggung Tlogorejo, pada Senin (18/5/2026). Usai menyantap menu tersebut, para siswa dan guru mengeluhkan mual hingga diare pada malamnya.
”Kronologi dugaan keracunan paket MBG di SMPN 4 Temanggung, Senin (18/5) dengan menu nasi kuning, telur dadar, orek tempe, abon, semangka, mentimun, dan tomat,” kata Guru SMPN 4 Temanggung, Ismu Alim yang juga PIC MBG, seperti dikutip dari Detik.com, Jumat (22/5/2026).
Atas kejadian keracunan MBG pada Senin (18/5/2026) itu, Kepala SPPG Temanggung Tlogorejo, Soleh Jamaludin menyampaikan permohonan maaf.
”Saya selaku Kepala SPPG Temanggung Tlogorejo, hari ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa, orang tua, atau wali murid pihak sekolah serta masyarakat atas apa yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2026 terkait menu yang kami sajikan,” katanya.
Ia mengaku menyesal atas kejadian keracunan MBG yang menyebabkan sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, dari 323 orang yang mengalami keracunan MBG, sebagian besar sudah beraktivitas kembali seperti biasa.
Murianews, Temanggung – Kasus keracunan MBG terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sebanyak 323 siswa dan guru dari 8 sekolah di tingkat TK, SMP, dan SMK mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG.
Dari jumlah itu, sebanyak 248 orang berasal dari SMPN 4 Temanggung. Mereka mengalami gejala keracunan usah menyantap menu MBG berupa nasi kuning, telur dadar, abon, tempe orek, timun, tomat, dan buah semangka.
MBG tersebut disalurkan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Temanggung Tlogorejo, pada Senin (18/5/2026). Usai menyantap menu tersebut, para siswa dan guru mengeluhkan mual hingga diare pada malamnya.
”Kronologi dugaan keracunan paket MBG di SMPN 4 Temanggung, Senin (18/5) dengan menu nasi kuning, telur dadar, orek tempe, abon, semangka, mentimun, dan tomat,” kata Guru SMPN 4 Temanggung, Ismu Alim yang juga PIC MBG, seperti dikutip dari Detik.com, Jumat (22/5/2026).
Atas kejadian keracunan MBG pada Senin (18/5/2026) itu, Kepala SPPG Temanggung Tlogorejo, Soleh Jamaludin menyampaikan permohonan maaf.
”Saya selaku Kepala SPPG Temanggung Tlogorejo, hari ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa, orang tua, atau wali murid pihak sekolah serta masyarakat atas apa yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2026 terkait menu yang kami sajikan,” katanya.
Ia mengaku menyesal atas kejadian keracunan MBG yang menyebabkan sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, dari 323 orang yang mengalami keracunan MBG, sebagian besar sudah beraktivitas kembali seperti biasa.
Kondisi Korban....
Soleh merincikan, dari 323 orang itu, sebanyak 15 orang dari RA atau KB, kemudian 288 orang SMP, serta masing-masing 20 orang dari SMK HKTI. Dari jumlah itu, 4 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
”Tiga orang per hari ini sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan satu orang mulai menjalani perawatan di rumah sakit pada Kamis (21/5/2026),” imbuhnya.
Kemudian, menurut data yang dikumpulkannya, saat ini masih ada 11 siswa SMP 4 Temanggung yang belum masuk sekolah. Mereka masih menjalani pemulihan di rumah.
Soleh menyatakan, usai peristiwa keracunan MBG tersebut, operasional dapur SPPG Temanggung Tlogorejo sudah diberhentikan sementara atau disuspend.
”Langkah ini dilakukan tentunya untuk mendukung proses evaluasi terhadap seluruh tahapan operasional mulai dari penerimaan, pengolahan makanan, penyimpanan, sampai proses distribusi,” kata dia.
Pihaknya berkomitmen akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap standar operasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Ia juga menyatakan pihaknya bersikap terbuka, kooperatif, dan mengikuti arahan dari pihak-pihak terkait dalam proses penanganan dan evaluasi.
”Kami juga masih menunggu proses lab dan beberapa proses penanganan dan evaluasi terkait,” ucapnya.
Hasil Lab...
Terkait kondisi para korbannya, pihaknya terus berkominkasi dengan sekolah dan sudah mengunjungi ke rumah sakit maupun ke rumah masing-masing.
Pihaknya juga sudah bertanggung jawab terkait pembiayaan atau pengobatan terhadap para siswa dan guru yang mengalami keracunan MBG. Mengenai yang masih dirawat sampai hari ini, Soleh mengatakan ada satu orang.
”Masih satu orang dan kami sudah mengunjungi juga per kemarin. Siswa KB,” ujar dia.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani mengatakan masih menunggu hasil dari laboratorium terkait pemberhentian operasional SPPG Temanggung Tlogorejo.
”Kalau di-suspendnya itu kami masih menunggu hasil dari lab tentunya. Lalu, juga dari hasil evaluasi SPPG, nantinya pasti dari pimpinan BGN akan melaksanakan apa saja yang harus dilaksanakan oleh SPPG untuk melaksanakan evaluasi seperti itu,” kata Ulfi.
Dihubungi terpisah, Sekda Temanggung Tri Winarno mengatakan per hari ini guru dan siswa SMPN 4 Temanggung yang dirawat di rumah sakit sudah pulang.
”Sudah pulang semua (dari rumah sakit),” kata Tri lewat pesan singkat.