Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Semarang – Pemprov Jateng terus mengupayakan perbaikan jalan rusak di Jateng guna memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan. Perbaikan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026 ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menyatakan, dari banyaknya jalan rusak yang diperbaiki, salah satunya Ruas Cepu Randublatung, Kabupaten Blora.

Pekerjaan tersebut dianggarkan Rp5,276 miliar pada 2026 ini. Saat ini, proses perbaikannya sudah memasuki tahapan.

Berdasarkan hitungan awal, anggaran Rp5,276 miliar itu dialokasikan untuk menangani perbaikan jalan rusak berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.

”Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” jelas Henggar beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 km di wilayah Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan sudah ditangani pada 2025 dengan anggaran Rp19,92 miliar.

Di samping menggunakan APBD Provinsi Jateng, Pemprov Jateng juga mengusulkan penanganan perbaikan jalan rusak di Blora melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Daftar Titik Jalan Rusak di Jateng yang Diperbaiki... 

Adapun daftar jalan rusak di Jateng yang akan diperbaiki pada 2026 ini yakni.

Peningkatan Jalan:

1. Jalan Wiradesa-Kajen Kabupaten Pekalongan,
2. Jalan Wanayasa-Kalibening Kabupaten Pekalongan,
3. Jalan Brigjend Sudiarto,
4. Jepara-Keling Kabupaten Jepara,
5. Jalan Kudus-Colo Kabupaten Kudus,
6. Jalan Todanan-Ngawen Kabupaten Blora,
7. Demak (Demak)-Godong (Grobogan),
8. Jalan Singget/Batas Kabupaten Grobogan-Doplang-Cepu (Blora),
9. Kuwu (Grobogan)-Galeh (Sragen),
10. Galeh Sragen-Ngrampal Kabupaten Sragen,
11. Sirampog-Bumiayu Kabupaten Brebes,
12. Pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe Kabupaten Purworejo,
13. Batas Kota Salatiga-Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan.

Rehabilitasi Jalan 

Rehabilitasi jalan:

1. Jalan Pati-Tayu Kabupaten Pati,
2. Pati-Kayen-Sukolilo Kabupaten Pati,
3. Jepara-Kudus,
4. Patikraja-Kaliori Kabupaten Banyumas,
5. Jalan Sidareja-Cukangleuleus Kabupaten Cilacap,
6. Jalan Karanganyar-Tawangmangu-Kalisoro Kabupaten Karanganyar,
7. Jalan Ngadirojo-Biting/perbatasan Jatim Kabupaten Wonogiri,
8. Jalan Ngadirojo-Giriwoyo Kabupaten Wonogiri,
9. Jalan Wonogiri-Manyaran-Blimbing Kabupaten Wonogiri,
10. Jalan Sapuran-Kepil Kabupaten Wonosobo,
11. Jalan Bandungsari-Panangapan Kabupaten Brebes, dan
12. Jalan Bandungsari-Salem Kabupaten Brebes.

Perbaikan Jembatan 

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga melakukan penggantian dan rehabilitasi jembatan, meliputi:

1. Penggantian Jembatan Dengkeng Kabupaten Klaten,
2. Rehabilitasi Jembatan Lusi Putat Kabupaten Grobogan,
3. Rehabilitasi Jembatan Jurang Gowang Kabupaten Purworejo,
4. Rehabilitasi Jembatan Kalidawe Kabupaten Temanggung, dan
5. Rehabilitasi Jembatan Krompeng Kabupaten Pekalongan.

Di luar perbaikan itu, Pemprov Jateng juga akan melakukan pekerjaan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 KM di 173 ruas dan 26.445,77 meter jembatan provinsi.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta seluruh jajarannya merespons cepat setiap keluhan masyarakat, terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya.

Menurutnya, berbagai keluhan yang viral di media sosial, harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Jangan Asal-asalan 

Luthfi juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan. Ia juga meminta agar penanganan tidak dilakukan secara asal-asalan.

”Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional,” katanya.

Ia juga meminta ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat, mendapat prioritas penanganan.

”Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya,” lanjutnya.

Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Luthfi meminta seluruh jajaran mengawal secara serius usulan bantuan pemerintah pusat, melalui kementerian maupun DPR RI, agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terealisasi.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler