Ia pun memastikan setiap laporan yang disampaikan tetap akan ditindaklanjuti sesuai koridor dan kewenangan masing-masing.
”Saya sudah sampaikan, aduan yang masuk akan saya datangi,” ujarnya.
”Kami telah menerima seluruh masukan masyarakat yang menurut kami sangat bagus,” katanya.
Persoalan yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng akan segera ditindaklanjuti. Sedangkan, yang menjadi kewenangan pusat maupun kabupaten/kota akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi selalu mengedepankan dialog sebagai cara menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, Rumah Rakyat akan terus dibuka sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dan warga.
Murianews, Semarang – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Jateng Guyub saat menerima mereka di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jateng, Jumat (24/7/2026).
Pada kesempatan itu, perwakilan masyarakat tersebut menyampaikan berbagai aspirasi kepada Gubernur Jateng, mulai dari persoalan agraria, lingkungan, hingga pertanian.
”Saya senang sekali Bapak-bapak telah datang ke sini. Dari kemarin draft-nya sudah disiapkan oleh Pak Asisten. Masalah tebu sudah ada penyelesaian, lingkungan hidup dan lain sebagainya. Jadi inilah wajah rumah gubernur adalah rumah rakyat,” ujarnya.
Ahmad Luthfi mengapresiasi aksi Jateng Guyub dapat berlangsung kondusif. Menurutnya, itu menjadi modal penting dalam membangun daerah.
Ia menjelaskan, beragam aspirasi yang disampaikan mulai ditindaklanjuti sejak pertemuan awal, Senin (20/7/2026). Menurutnya, Pemprov Jateng akan tetap bekerja menginventarisasi dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.
”Itulah mekanisme daripada pemerintahan. Bukan one man show, bukan Superman,” tegasnya.
Ahmad Luthfi kemudian menjelaskan beberapa persoalan yang telah ditindaklanjuti Pemprov Jateng, seperti penyiapan 56 truk angkut tebu untuk membantu petani di Blora.
Bantuan itu merupakan respons terkait persoalan yang disampaikan masyarakat. Kini, bantuan truk tersebut tinggal memasuki tahap pelaksanaan.
Masalah Pendidikan
Kemudian persoalan praktik titip-titip siswa dan pungutan dalam proses pendidikan. Ahmad Luthfi pun telah mengingatkan seluruh SMA Negeri di Jateng dan menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah yang melanggar.
”Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip (jasa penitipan). Kalau ada, saya copot kepseknya (kepala sekolahnya),” tegas Luthfi.
Dalam pertemuan itu, salah satu perwakilan Jateng Guyub juga mengungkapkan adanya dugaan kriminalisasi terhadap warga di Blora.
Menanggapi itu, Luthfi menegaskan Pemprov Jateng tak punya kewenangan untuk mengintervensi proses penegakan hukum.
Meski demikian, pihaknya siap memberikan pendampingan dan memfasilitasi koordinasi apabila diperlukan.
”Kalau pendampingan oke. Tetapi aspek penegakan hukum itu ada di kepolisian, ada di kejaksaan bukan di gubernuran,” katanya.
Pastikan Ditindaklanjuti
Ia pun memastikan setiap laporan yang disampaikan tetap akan ditindaklanjuti sesuai koridor dan kewenangan masing-masing.
”Saya sudah sampaikan, aduan yang masuk akan saya datangi,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng, Iwanuddin Iskandar mengatakan, pihaknya telah menerima seluruh masukan dari Jateng Guyub.
”Kami telah menerima seluruh masukan masyarakat yang menurut kami sangat bagus,” katanya.
Persoalan yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng akan segera ditindaklanjuti. Sedangkan, yang menjadi kewenangan pusat maupun kabupaten/kota akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi selalu mengedepankan dialog sebagai cara menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, Rumah Rakyat akan terus dibuka sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dan warga.
Harapan Warga
Koordinator Aksi Jateng Guyub, Joko Priyanto, mengapresiasi kesediaan Gubernur Ahmad Luthfi menerima langsung aspirasi dari perwakilan Jateng Guyub.
Pihaknya menyatakan akan terus berkomunikasi dengan Pemprov Jateng secara berkala untuk mengawal penyelesaian berbagai persoalan yang disampaikan.
Sementara Perwakilan Jateng Guyub dari Batang, Itor, berharap komitmen pemerintah benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata.
”Kita tetap masih percaya dengan sistem yang di Jateng. Saya mohon setegas-tegasnya sistemnya itu benar-benar dijalankan,” ujarnya.