Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Solo – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didatangi Bupati Maros Sulawesi Selatan HAS Chaidir Syam bersama para anak buahnya, Minggu (23/7/2023) malam. Anak buah Bupati Maros yang diajak mulai dari para kades, lurah, camat hingga kepala dinas.

Mereka diajak bertemu Ganjar di Bakorwil Solo, untuk belajar tentang desa inklusi. Mereka bertemu Ganjar usai berkeliling ke sejumlah desa inklusi di wilayah Jawa Tengah.

”Kami mengajak kades, lurah, camat hingga jajaran OPD ke Jateng bertemu Pak Ganjar untuk belajar tentang inklusivitas. Kami sedang berjuang mewujudkan Kabupaten Maros sebagai Kabupaten Inklusi," kata Chaidir.

Jateng dipilih sebagai lokasi studi karena dianggap daerah yang paling baik dalam penerapan inklusivitas. Banyak cerita baik dan hal baik yang telah dilakukan Provinsi Jateng.

”Kami mendapatkan banyak pengalaman dan cerita baik tentang inklusivitas di sini. Program desa inklusi di Jateng sangat keren dan pasti akan kami tiru di wilayah kami," ucapnya.

Beberapa program baik di desa inklusi Jateng lanjut Chaidir seperti pelayanan kependudukan dan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, akses modal dan pendampingan bagi kelompok perempuan hingga pemenuhan hak-hak anak.

Sementara itu, Ganjar mengatakan, semangat Bupati Maros dengan membawa jajaran kades, lurah, camat hingga OPD membuktikan bahwa semangat mewujudkan inklusivitas di Maros benar-benar menyala.

”Pak Bupati kreatif sekali, yang diajak langsung kadesnya sehingga bisa belajar langsung. Keren Pak Bupati," ucapnya.

Ganjar menerangkan, awal pembentukan desa inklusi karena banyak masukan dari kelompok penyandang disabilitas, perempuan dan anak yang kerap tidak dilibatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, ia mencoba memberikan fasilitas dan melibatkan mereka dalam pembangunan.

”Idenya adalah no one left behind, jadi bagaimana kelompok-kelompok itu mendapatkan ruang untuk terlibat aktif. Makanya setiap Musrenbang, tiga kelompok itu yang selalu saya berikan kesempatan bertanya dan memberikan masukan pertama, setelah itu baru kelompok lainnya," jelasnya.

Ganjar menuturkan, Jateng hingga kini terus melakukan pengembangan inklusivitas. Semua upaya dan ikhtiar terus dilakukan, agar semua anak bangsa mendapatkan ruang dan hak yang setara.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler