Geger SPPG Sragen di Samping Kandang Babi, Pengelola Buka Suara
Anggara Jiwandhana
Rabu, 7 Januari 2026 11:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pemilik kandang, kata dia, sempat meminta Rp 2 miliar untuk biaya relokasi. Angka tersebut turun menjadi Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar.
”Ada juga twaran untuk membeli seluruh lahan peternakan senilai Rp 5 miliar,” tambahnya.
Aan menyatakan pihak yayasan keberatan dengan nominal tersebut.
”Untuk angka Rp1,5 miliar sebagai kompensasi, kami sangat terkejut. Kami siap membantu relokasi, tapi sesuai kemampuan karena usaha ini baru mulai,” ujarnya.
Masalah ini kemudian menjadi sorotan karena standar higienitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) idealnya harus jauh dari polusi bau maupun limbah peternakan.
Hingga kini, kedua belah pihak masih mencari titik tengah agar program pemerintah dan usaha warga tetap bisa berjalan tanpa ada yang dirugikan.



