Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Cilacap – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah. Fenomena alam ini diprediksi berlangsung mulai Kamis (8/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026) mendatang.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebutkan, ketinggian gelombang tinggi diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Wilayah yang terdampak gelombang tinggi laut Selatan Jateng ini meliputi pesisir Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo, termasuk kawasan Samudera Hindia selatan Jawa Tengah.

”Kondisi ini masuk dalam kategori tinggi dan sangat berisiko bagi seluruh aktivitas kelautan maupun pelayaran,” ujar Teguh sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan pantauan terkini, cuaca di perairan selatan Jawa Tengah cenderung berawan dengan potensi hujan intensitas ringan. Angin diprediksi bertiup dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.

BMKG juga mengeluarkan batas keamanan pelayaran yang harus diperhatikan oleh para operator transportasi laut dan nelayan.

Di mana perahu nelayan akan sangat berisiko jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.

Imbauan untuk pelancong... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Jateng Terkini

Terpopuler