Demak Berstatus Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari ke Depan
Anggara Jiwandhana
Kamis, 19 Februari 2026 13:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Demak – Pemerintah Kabupaten Demak resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana alam lainnya mulai 17 Februari 2026. Keputusan ini diambil menyusul meluasnya dampak banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Bupati Demak, Eistianah, menjelaskan penetapan status ini bertujuan mempermudah koordinasi lintas sektoral. Pemerintah daerah juga telah bersinergi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta BNPB untuk mempercepat penanganan di lapangan.
”Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari ke depan. Kenaikan status dari siaga menjadi tanggap darurat dilakukan agar penggunaan anggaran darurat dan penyediaan operasional penanganan bisa lebih cepat,” ujar Eistianah sebagaimana dilansir Antara, Kamis (19/2/2026).
Plt Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono melaporkan banjir masih menggenangi beberapa desa di Kecamatan Kebonagung, Guntur, Mranggen, dan Sayung. Meski secara umum mulai berangsur normal, pemantauan ketat masih dilakukan di titik-titik kritis.
Di wilayah Sayung, banjir dipicu oleh luapan Sungai Dombo. Sementara itu, genangan di Desa Tlogoweru dan Perumahan Arion Mranggen dilaporkan mulai surut sehingga operasional dapur umum mulai ditarik.
Namun, perhatian khusus masih tertuju pada Desa Tlogosih. Genangan air di wilayah tersebut sulit surut akibat jebolnya tanggul di Pilangwetan yang membutuhkan waktu lama untuk dialirkan.
Kabar baik datang dari jalur utama Grobogan–Semarang di wilayah Kebonagung. Akses jalan yang sempat terputus total akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang kini mulai bisa dilalui seiring surutnya air.
Fokus...
- 1
- 2



