Satu Makam di Dukun Dibongkar Polisi, Cari Hal Ini
Anggara Jiwandhana
Selasa, 17 Maret 2026 11:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Meski bidan sempat menyarankan pemeriksaan lebih detail di rumah sakit, saat itu pihak keluarga memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
”Pemeriksaan bidan saat itu menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit, tapi keluarga belum menaruh kecurigaan dan menerima itu sebagai musibah sehingga langsung dimakamkan,” ujar AKP Setia Darminta dilansir detikjateng, Selasa (17/3/2026)
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sebanyak 14 orang saksi terkait dugaan aksi pencurian tersebut. Proses ekshumasi yang melibatkan tim medis forensik ini bertujuan untuk memastikan apakah terdapat unsur kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Pihak kepolisian menegaskan fokus utama saat ini adalah pendalaman kasus pencurian. Terkait spekulasi adanya tindak pembunuhan, pihak berwenang masih menunggu hasil autopsi resmi guna menghindari asumsi yang tidak berdasar di tengah masyarakat.
Hasil dari ekshumasi ini nantinya akan menjadi bukti kunci dalam menentukan langkah penyidikan selanjutnya.



